“Spirit Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso menjadi kompas moral, kejujuran, kesederhanaan, keberanian menjadi integritas, menghindari konflik kepentingan, dan keteguhan menjalankan tugas,” kata Suyudi.
Suyudi menegaskan semangat Hoegeng tidak boleh berhenti sebagai nostalgia. Dia menegaskan nilai yang diajarkan Hoegeng harus masuk dalam sistem di institusi Polri.
“Spirit Hoegeng tidak boleh berhenti sebagai nostalgia. Nilainya harus menjadi sistem. Integritas masuk dalam promosi, pelayanan masuk dalam KPI, pengaduan menghasilkan koreksi, teknologi dapat diaudit, penyidikan kuat dalam bukti dan perlindungan hak,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekruitmen Polri Tak Boleh Ada Titipan
Suyudi juga berbicara tentang pembenahan internal. Dia menegaskan tidak boleh ada praktik titipan, transaksi hingga sponsorship dalam proses rekrutmen dan pembinaan SDM Polri. Suyudi ingin struktur Polri disederhanakan dengan meninjau lapisan persetujuan yang tidak memberikan nilai tambah.
Dia menyinggung 6 program prioritas transformasi. Pertama, penguatan kelembagaan. Postur Mabes Polri harus strategis dan ramping, Polda profesional dan suportif, Polres kuat sebagai satuan operasional dasar, Polsek tangguh dan lekat dengan masyarakat.
Bagi dia, lapisan persetujuan yang tidak memberi nilai tambah bakal ditelaah untuk disederhanakan. Penguatan lini terdepan berbasis beban kerja, luas wilayah, risiko, akses, dan kebutuhan.


Ikuti Kami
Subscribe












