Maumere-SuaraSikka.com: Serangan penyakit rabies di Kabupaten Sikka kian mengerikan. Dari 82 spesimen otak anjing yang dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBV) di Denpasar, hingga Rabu (19/9), terdapat 41 spesimen yang dinyatakan positip rabies.
Angka ini begitu luar biasa, jika dibandingkan dengan posisi pada Kamis (6/9) lalu. Saat itu pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian merilis terdapat 31 spesimen positif dari 66 spesimen yang dikirim ke BBV. Itu artinya dalam waktu hanya 13 hari saja, ada tambahan pengiriman 16 spesimen, dan tambahan 10 positip rabies.
Data yang dihimpun dari Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Rabu (19/9), tambahan 10 spesimen yang positip rabies, berasal dari Desa Koting A (1 spesimen), Koting C (1), Wolomapa (1), Aibura (1), Egon (1), Geliting (2), dan Waioti (2). Masih ada 1 spesimen lagi yang belum terdata nama desanya.
Kondisi ini sangat memperihatinkan jika dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2013 misalnya, 14 spesimen yang dikirim, 3 yang positip. Pada tahun 2014, sedikit turun, di mana 4 yang dikirim, 1 yang positip. Lalu pada tahun 2015, ada 9 yang dikirim, dan 2 positip. Kemudian tahun 2016, dikirim 11, dan 1 yang positip. Lalu menanjak naik pada tahun 2017, di mana 28 yang dikirim, 11 yang positip.
Dari jumlah kasus gigitan anjing, sebenarnya terjadi trend yang menurun selama 5 tahun terakhir. Pada tahun 2013 terjadi 1.561 kasus. Lalu berturut-turut 1.108, 1.190, 1.310, dan 945. Untuk tahun ini, menurut data yang direkam dari Bidang Pencagahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, sudah terjadi 750 kasus gigitan sampai dengan Juli 2018.
Berita Terkait:
- Robby Idong dan Rabies, Sebuah Tantangan Tersendiri
- Rabies Serang 9 Kecamatan di Kabupaten Sikka, 31 Spesimen Positip
- Sikka Rentan Rabies, APBD Tidak Alokasikan Dana















