Ratusan Guru Negeri Ditarik, Sekolah Swasta Ancam Hentikan KBM

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 3 September 2021 - 22:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 53 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MPK Keuskupan Maumere Romo fidelis Dua sedang menyampaikan orasi di Kantor Dinas PKO Sikka

Ketua MPK Keuskupan Maumere Romo fidelis Dua sedang menyampaikan orasi di Kantor Dinas PKO Sikka

Maumere-SuaraSikka.com: Dinas PKO Sikka menarik ratusan guru negeri dari sekolah swasta. Tak pelak pengurus yayasan sekolah swasta pun mengancam menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Penarikan guru-guru negeri berlangsung sejak tahun 2020 hingga sekarang. Setidaknya sudah lebih dari 100 guru negeri yang diambil pulang pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peserta aksi damai membentang spanduk berukuran besar yang memolak kebijakan penarikan guru negeri

Ketua Majelis Pendidikan Keuskupan Maumere Romo Fidelis Dua menyebut kebijakan tersebut merupakan bentuk arogansi Kadis PKO Sikka Mayella da Cunha.

Hemat dia, sejak 13 Pebruari 2020, wacana tentang penarikan guru negeri sudah dibahas dalam pertemuan antara MPK dan Uskup Maumere bersama Bupati Sikka dan Kadis PKO Sikka.

Waktu itu MPK menyampaikan 8 rekomendasi, antara lain  pemerintah daerah harus membantu sekolah swasta dalam distribusi tenaga pendidik (guru) untuk tingkat TK/PAUD, SD dan SMP.

MPK juga merekomendasikan agar Dinas PKO Sikka tidak boleh menarik guru ASN dari sekolah swasta dengan alasan mengisi kekurangan guru di sekolah negeri.

Baca Juga :  Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

“Ada kesepakatan dan janji-janji Bupati yang menegaskan bahwa tidak ada penarikan guru ASN dari sekolah swasta. Kadis PKO diminta untuk tidak menarik guru ASN dari sekolah swasta. Tetapi Kadis PKO tetap melakukan penarikan,” beber Romo Fidelis Dua.

Terhadap kebijakan yang masih terus berlangsung hingga sekarang, MPK dalam aksi damai di Kantor Dinas PKO Sikka dan Kantor Bupati Sikka, Jumat (3/9), dengan tegas meminta pemerintah menghentikan kebijakan tersebut.

“Kami mendesak dengan tegas agar stop menarik guru ASN dari sekolah swasta dari tingkat TK/PAUD, SD dan SMP,” ungkap Romo Fidelis Dua.

Bersamaan dengan itu, Romo Fidelis menuntut agar pemerintah mengembalikan semua guru negeri yang ditarik Dinas PKO sejak tahun 2020.

Jika tuntutan ini tidak direalisasikan, Romo Fidelis Dua memastikan pihaknya akan mengembalikan semua guru negeri dari PAUD hingga SMA yang masih mengajar pada sekolah-sekolah swasta.

Baca Juga :  Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik

“Kami juga akan menghentikan semua proses KBM di sekolah swasta,” ancam Romo Fidelis Dua.

Malah, kata dia, saat ini sejumlah sekolah swasta kesulitan melaksanakan KBM karena tidak ada lagi guru. Kondisi ini akan terus berdampak jika pemerintah tidak segera melakukan intervensi.

Romo Fidelis Dua mengatakan penarikan guru negeri dari sekolah swasta, secara tidak langsung telah melumpuhkan aktifitas pendidikan sekolah-sekolah swasta.

Sekolah-sekolah swasta, kata dia, sejatinya bisa mencarikan pengganti guru negeri yang sudah ditarik pemerintah. Persoalannya, sekolah-sekolah swasta terkendala dengan biaya.

Untuk itu, kata dia, pemerintah wajib membantu sekolah swasta baik menyangkut ketenagaan maupun infrastruktur.

Sejumlah biarawati terlibat dalam aksi damai

Aksi damai Majelis Pendidikan Keuskupan Maumere melibatkan perwakilan dari 37 yayasan sekolah swasta. Mereka bergerak dari Istana Keuskupan Maumere.

Selain Romo Fidelis Dua, terlihat juga Ketua Sanpukat Romo Domi Dange, Ketua Yapenthom Robby Keupung, dan Ketua Yayasan Tana Nua Paulus Depa.*** (eny)

Berita Terkait

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah
Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak
Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir
Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT
BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana
Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere
53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA