Diduga Ada Spekulan di Balik Kelangkaan Semen
Dibaca 70 kali
Aktifitas pembongkaran semen Bosowa di Gudang Perkapasan di Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok barat, Selasa (27/11)
Maumere-SuaraSikka.com: Sudah hampir tiga bulan ini semen menghilang dari pasaran di Kabupaten Sikka. Namun realitasnya distribusi semen dari distributor ke agen-agen penjualan berlangsung normal. Kondisi ini melahirkan dugaan ada spekulan yang sedang ikut bermain di balik kelangkaan semen.
Media ini berupaya menelusuri sejauh mana penyebab kelangkaan semen di Kabupaten Sikka. Hal ini berawal dari keluhan sejumlah rekanan yang sedang mengerjakan proyek-proyek pemerintah. Bahkan masyarakat yang membutuhkan semen untuk kebutuhan pembangunan internal juga terkendala karena ketiadaan semen.
Haji Mawardi, distributor Bosowa mengaku stoknya sedang kosong sudah tiga bulan ini. Dia menjelaskan beberapa kendala internal yang mengakibatkan macetnya distribusi Bosowa dari Makasar ke Maumere. Kendala itu antara lain kapal yang rusak, serta sistem pengangkutan yang berbelit-belit. Untuk membuktikan kondisinya, dia menunjukkan dua gudang semen miliknya yang sama sekali tidak terdapat semen.
Berita Terkait:
Distributor Bosowa lainnya justeru berkelimpahan semen. Di Gudang Perkapasan di Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat yang menjadi tempat penampungan, tampak banyak sekali semen Bosowa yang ada di dalamnya. Bahkan saat itu sedang ada pembongkaran sebanyak 600 sak dari sebuah kontainer. Itu pembongkaran yang keempat, karena sebelumnya sudah tiga kali pembongkaran.
Media ini mengajukan pembelian 20 sak semen, namun tidak dilayani. Dua orang petugas perempuan beralasan semen yang ada sudah dipesan pihak lain. Anehnya, Melki Wara warga asal Magepanda yang sebelumnya telah menyetor uang dan mengantongi DO (delivery order) tidak berhasil mendapatkan semen sesuai permintaan. Dia hanya bisa mendapatkan 20 sak semen, dan dua petugas perempuan itu mengembalikan uang sisanya.
Saat itu di halaman belakang Gudang Perkapasan sudah antri beberapa truk yang akan mengangkut semen Bosowa. Dari informasi yang terekam semen-semen tersebut akan dibawa ke sejumlah toko bahan bangunan di Kota Maumere. Jika benar bahwa semen-semen tersebut dibawa ke toko bahan bangunan atau agen penjualan, logika sederhananya mestinya Bosowa tidak menghilang dari pasaran.
Seorang informan media ini menuturkan selama dua hari terakhir ini dibongkar 18 kontainer Bosowa di Pelabuhan Laurens Say, dengan masing-masing kontainer berjumlah 600 sak semen. Artinya dalam dua hari ini masuk sebanyak 10.800 sak semen Bosowa. Anehnya, semen sebanyak itu langsung habis di tangan orang.
Untuk diketahui, ada lima jenis semen yang masuk di pasaran Kabupaten Sikka yaitu Gresik, Tiga Roda, Holsin, Bosowa, dan Tonasa. Namun sudah kurang lebih tiga bulan ini semen hilang dari pasaran. Sementara itu realitasnya aktifitias pembongkaran semen berlangsung normal. Hingga saat ini pemerintah belum melakukan tindakan semacam operasi pasar untuk meretas benang merah hilangnya semen dari pasaran.*** (eny)