120 Kelompok Tenun Ikat di Sikka Dapat Bantuan Benang dan Pewarna

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 26 Desember 2023 - 18:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 1,819 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka Evensius F Edomeko menyerahkan bantuan benang dan pewarna kepada salah satu kelompok tenun ikat

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka Evensius F Edomeko menyerahkan bantuan benang dan pewarna kepada salah satu kelompok tenun ikat

Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka di Propinsi NTT terus memberikan perhatian kepada kelompok tenun ikat di daerah itu.

Bentuk perhatian yang diberikan yakni membagikan benang dan pewarna atau obat celup kepada 120 kelompok tenun ikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka Ferdinan Evensius Edomeko bersama jajaran langsung menyalurkan bantuan benang dan pewarna ke masing-masing kelompok tenun ikat. Ada juga yang disalurkan di kantor desa setempat.

Baca Juga :  Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Penyerahan bantuan benang dan pewarna

Kepala Bidang Industri dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka Emma Irmina Puli menjelaskan pembagian benang dan pewarna merupakan kelanjutan dari pelatihan tenun ikat dan desain motif yang dilaksanakan selama 6 hari, Rabu-Senin (6-11/12) di Hotel Permata Sari.

Baca Juga :  Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

“Dua kegiatan utama ini merupakan program kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka dalam memajukan sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor kriya,” jelas Emma Irmina Puli.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka Ferdinan Evensius Edomeko menyebut pembagian benang dan pewarna demi mendukung para penenun agar tetap menciptakan tenunan sebagai warisan budaya yang punya nilai ekonomis tinggi.

Berita Terkait

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian
Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar
Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:24 WITA

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian

Kamis, 10 September 2026 - 22:25 WITA

Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 20:28 WITA

Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Berita Terbaru