


Maumere-SuaraSikka.com: Miris! Begitu cerita yang dialami 11 atlit pencak silat dari Kabupaten Sikka bersama seorang pelatih pendamping. Mereka terdampar di Tangerang Jawa Barat, usai mengikuti Kejurnas Pelajar di kota itu.
Beruntung, duta-duta olah raga ini bisa diselamatkan Pater Hendrik Maku, SVD, seorang Imam pencinta olah raga pencak silat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebetulan pada Sabtu (23/12), hari terakhir Kejurnas Pelajar, Pater Hendrik Maku sempat ke GOR Indomilk di Tangerang. Di situlah baru Imam ini mengetahui kondisi sebenarnya yang dihadapi para atlit.
Pater Hendrik Maku akhirnya menampung 9 atlit dan 1 pelatih di Civita Youth Camp, Belakang Tip Top Swalayan di Jalan Cimandiri Raya di Ciputat, sejak 24 Desember 2023. Sedangkan 2 atlit lagi diamankan keluarga di Bekasi.
Atlit pencak silat dari Perguruan Perisai Diri ini mengikuti Kejurnas Pelajar Perisai Diri pada 19-23 Desember. Mereka berhasil mendulang 2 emas 2 perak dan 4 perunggu.
Iwan Langkamau, pelatih pendamping yang dihubungi dari Maumere memastikan dia bersama 9 atlit sedang ditampung oleh Pater Hendrik Maku. Dia mengaku kondisi mereka baik-baik saja.
Tanpa Dana Pemerintah
Cerita miris atlit-atlit ini sudah terlihat sejak awal. Mereka berangkat tanpa sokongan dana dari pemerintah daerah setempat. KONI Sikka tidak punya dana. Begitu juga Pengcab IPSI Sikka selaku induk cabang olah raga, tidak ada kontribusi satu sen pun. Padahal Donatus Davis, Ketua IPSI Sikka adalah juga Ketua DPRD Sikka.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












