Palue dan Duka Demokrasi

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 3 Maret 2024 - 17:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 5,266 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PPK di Kabupaten Sikka memperlihatkan dokumen tersegel saat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten, Sabtu (2/3)

PPK di Kabupaten Sikka memperlihatkan dokumen tersegel saat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten, Sabtu (2/3)

PEMILU 2024 sudah selesai. Pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten di Kabupaten Sikka telah berakhir. Pesta demokrasi menyisakan berbagai cerita.

Cerita miris datang dari Kecamatan Palue, sebuah daerah terluar di Kabupaten Sikka. Yah, miris. Bagi rakyat Palue, Pemilu kali ini seakan bukan pesta demokrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak tampak euforia dan spirit masyarakat Palue sebagaimana 5 tahun lalu. Sepintas kesan, masyarakat Palue mengakhiri perhelatan lima tahunan ini dalam suasana “duka”.

Lima tahun lalu, Palue menjadi fenomenal. Kecamatan yang terletak di kepulauan itu dipastikan menjadi “pemenang” pesta demokrasi di Kabupaten Sikka.

Boleh dibilang Pemilu 2019 Palue menang. Rakyat Palue berhasil mengutus 4 wakil rakyat ke Gedung DPRD Sikka.
Mereka adalah Yosep Karmianto Eri dari PKB, Fransiskus Ropi Sinde dari PAN, Vincentius Langga dari Partai Hanura, dan Ferdinandus Mboi dari Partai Demokrat.

Jumlah 4 orang wakil rakyat dari Palue merupakan paling banyak jika dibandingkan dengan 20 kecamatan lainnya. Rata-rata setiap kecamatan hanya mampu mengutus 1 hingga 2 orang wakil rakyat. Palue lain dari pada yang lain.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Berita Terbaru