Karnaval Memikat, SDK Maria Ferari di Maumere Promo 20 Motif Tenun Ikat

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 19 Agustus 2024 - 13:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 2,864 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Promo tenun ikat Kabupaten Sikka oleh SDK Maria Ferari pada karnaval tingkat sekolah dasar, Senin (19/8)

Promo tenun ikat Kabupaten Sikka oleh SDK Maria Ferari pada karnaval tingkat sekolah dasar, Senin (19/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Pagelaran karnaval tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Sikka, Senin (19/8), cukup memikat. Momen ini digunakan SDK Maria Ferari untuk mempromosikan motif tenun ikat di daerah itu.

Para pelajar membawa 20 tenun ikat dari berbagai motif di Kabupaten Sikka. Mereka menggantung tenun ikat pada sebuah tongkat panjang yang dibalut hiasan berwarna merah putih. Tongkat pajangan tenun ikat dipegang oleh 2 pelajar.

Baca Juga :  Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Promo tenun ikat pada karnaval tingkat sekolah dasar

Satu buah spanduk bertuliskan “Cintaku akan tenun ikat, warisan kekal bangsa”, mengawali barisan pajangan tenun ikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang guru pembina menyebut promosi tenun ikat dalam karnaval, sebagai bagian dari semangat menanamkan rasa cinta kepada produk-produk yang dilahirkan melalui tangan-tangan seni warga masyarakat Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

“Momen kemerdekaan, tidak saja menumbuhkan nasionalisme, tapi juga rasa cinta kepada aset-aset kebudayaan khususnya tenun ikat di daerah ini,” ujar guru yang tidak mau sebutkan namanya.

Sebanyak 20 tenun ikat yang dipromosikan pelajar SDK Maria Ferari bukan merupakan koleksi sekolah. Hasil karya tradisionil ini adalah milik pribadi para guru dan orang tua/wali murid.

Berita Terkait

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian
Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar
Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:24 WITA

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian

Kamis, 10 September 2026 - 22:25 WITA

Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 20:28 WITA

Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Berita Terbaru