





Maumere-SuaraSikka.com: Nyepi adalah hari suci umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Peringatan Tahun Baru Saka jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Tahun ini Nyepi jatuh pada tanggal 19 Maret 2026.
Berbeda dengan perayaan tahun baru lainnya yang identik dengan pesta dan keramaian, Nyepi justru dirayakan dengan penuh ketenangan. Pada hari ini, umat Hindu diharuskan untuk berdiam diri, tidak bekerja, dan merenungkan kehidupan mereka agar menjadi lebih baik di tahun yang baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Asal Usul
Perayaan Nyepi berasal dari ajaran Hindu di India yang kemudian berkembang di Indonesia, khususnya di Bali. Nyepi didasarkan pada penanggalan Saka yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Penanggalan ini dibawa ke Nusantara oleh para pedagang dan pendeta dari India.
Dalam sejarahnya, Nyepi juga berkaitan erat dengan ajaran Hindu tentang keseimbangan alam dan kehidupan. Dengan berdiam diri dan tidak melakukan aktivitas sehari-hari, umat Hindu percaya bahwa mereka memberikan kesempatan kepada alam untuk beristirahat dan memulai tahun baru dengan energi yang lebih baik.
Rangkaian Perayaan
Sebelum dan setelah Hari Raya Nyepi, ada beberapa rangkaian upacara yang dilakukan. Pertama, Melasti. Upacara Melasti dilakukan beberapa hari sebelum Nyepi. Pada hari ini, umat Hindu pergi ke laut, sungai, atau sumber air lainnya untuk menyucikan diri dan membersihkan benda-benda sakral yang digunakan dalam ibadah.
Kedua, Tawur Kesanga. Sehari sebelum nyepi, dilakukan upacara Tawur Kesanga, yaitu ritual persembahan kepada bhuta kala (roh jahat) agar mereka tidak mengganggu kehidupan manusia. Upacara ini biasanya disertai dengan pawai ogoh-ogoh, yaitu patung besar yang menggambarkan roh jahat dan kemudian dibakar sebagai simbol pemusnahan hal-hal buruk.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












