Kontroversi Gaji PPPK Paruh Waktu di Sikka, Tergantung Kondisi Keuangan Daerah

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 267 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago

Maumere-SuaraSikka.com: Besaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Sikka masih menjadi kontroversi. Kondisi keuangan daerah yang sedang tidak baik, menjadi kendala terbesar bagi pemerintah daerah setempat untuk memberikan rasa nyaman dari aspek pendapatan.

Data yang dihimpun media ini, terdapat 3 klasifikasi gaji untuk 725 PPPK Paruh Waktu yakni Rp 600.000, Rp 750.000, dan Rp 2.185.000. Perbedaan gaji ini melahirkan ketimpangan dan memunculkan ketidakadilan. Diskriminasi itu juga yang memicu PPPK Paruh Waktu tenaga kesehatan melakukan aksi damai ke DPRD Sikka beberapa waktu lalu. Gaji Rp 600.000 untuk mereka dipandang nilainya sangat jauh di bawah saat mereka masih menjadi tenaga honorarium.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengaku pemerintah masih sedang menghitung lebih detail lagi untuk mencari titik tengah antara Rp 600.000 dan Rp 2.185.000. Hingga kini, kata dia, perhitungan terus dilakukan untuk mendapatkan angka yang ideal.

Baca Juga :  Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

“Kita sedang cari titik tengah, termasuk juga mempertimbangkan rekomendasi DPRD pada saat RDP kali lalu,” ujar Bupati Sikka di ruangan kerjanya, Rabu (2/6).

Menurut Bupati Sikka, persoalan paling mendasar adalah kondisi keuangan daerah. Untuk itu, kata Bupati Sikka, hingga saat ini pemerintah terus melakukan perhitungan, dan belum berani menyampaikan angka pasti.

“Kita lihat kondisi keuangan dulu. Kalau kondisi keuangan daerah kita begini kan kita belum bisa menjanjikan apa-apa,” ujar dia.

Berita Terkait

SMKS Yohanes XXIII Maumere Beri Beasiswa Pendidikan Khusus Bagi Siswa Baru
Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere
Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere
Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih
8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:06 WITA

SMKS Yohanes XXIII Maumere Beri Beasiswa Pendidikan Khusus Bagi Siswa Baru

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:43 WITA

Kontroversi Gaji PPPK Paruh Waktu di Sikka, Tergantung Kondisi Keuangan Daerah

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:35 WITA

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:54 WITA

Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere

Senin, 1 Juni 2026 - 10:32 WITA

Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:31 WITA

Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:32 WITA

Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Berita Terbaru