


Maumere-SuaraSikka.com: Pascagempa bumi tektonik, sebanyak 100 rombongan belajar pada 22 sekolah tingkat PAUD/TK, SD, dan SMP di Kabupaten Sikka direkomendasikan untuk belajar di dalam tenda. Hal ini karena terjadi kerusakan bangunan sekolah menyusul gempa bumi tektonik yang terjadi pada Sabtu (15/8) lalu.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Sikka Patrisius Pederiko menyebut rekomendasi pelaksanaan pembelajaran di bawah tenda, setelah dilakukan survei oleh Tim Teknis Dinas PKO Sikka bersama konsultan dan Tim Teknis Dinas PUPR Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama kurang lebih 4 hari ini, Tim Teknis PKO survei ke 45 lembaga pendidikan, itu yang melaporkan kerusakan pascagempa,” jelas dia, Rabu (26/8).
Rekomendasi pembelajaran di dalam tenda, kata dia, tidak untuk semua rombel pada 22 sekolah terdampak. Misalnya, kata dia, ada sekolah yang terkena dampak hanya pada 1-2 rombel saja, sementara rombel lainnya bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal di dalam kelas.
Menurut Patrisius Pederiko, sekolah-sekolah yang paling parah kerusakan terjadi di wilayah Kecamatan Palue. Semua sekolah di daerah itu, kata dia, harus melakukan kegiatan belajar mengajar di bawah tenda. Sebagaimana diketahui, Kecamatan Palue mengalami kerusakan hebat akibat diguncang gempa bumi tektonik.
Selain itu, kata dia, SMPN 1 Maumere yang terletak di Jalan Ahmad Yani, juga direkomendasikan untuk semua 20 rombel di sekolah itu harus belajar di bawah tenda. Dinas PKO Sikka, kata dia, sudah mencarikan alternatif untuk merelokasikan sementara SMPN 1 Maumere ke SKB yang beralamat di Jalan Mawar.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












