Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 22:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 355 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMK Negeri 1 Maumere Wilhelmus Yance Boy

Kepala SMK Negeri 1 Maumere Wilhelmus Yance Boy

Maumere-SuaraSikka.com: Kemelut keuangan sedang terjadi di lingkup SMK Negeri 1 Maumere Kabupaten Sikka. Pasalnya gaji 52 guru dan pegawai di sekolah menjadi turun dan berkurang. Kebijakan tersebut dilaksanakan sejak Juli 2026 lalu.

Penurunan gaji diakui Kepala SMK Negeri 1 Maumere Wilhelmus Yance Boy. Dia beralasan kebijakan tersebut ditempuh menyusul terbitnya Peraturan Gubernur NTT Nomor 53 Tahun 2025 yang mengatur ketentuan tentang Pendanaan Pendidikan pada SMA, SMK, dan SLB di Propinsi NTT. Pergub ini memangkas serta mengatur batasan pungutan sekolah.

Pergub Nomor 53 Tahun 2025 antara lain menetapkan Iuran Penyelenggaraan Pendidikan (IPP) paling tinggi sebesar Rp 100.000 per siswa per bulan. Jika biaya operasional dan guru honorer sudah tertutupi oleh Dana BOS, sekolah dilarang memungut biaya IPP.

Wilhelmus Yance Boy mengatakan sejak terbitnya Pergub Nomor 5 Tahun 2025, praktis uang komite berkurang jauh, dari sebelumnya Rp 2.500.000 per tahun per siswa, menjadi hanya Rp 1.200.000 per tahun per siswa. Kondisi ini, ujar dia, sangat mempengaruhi pendapatan sekolah, yang tentu saja berimbas kepada gaji guru/pegawai.

Baca Juga :  Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

“Kalau kami bertahan dengan gaji sebelum terbitnya Pergub, maka kami tekor. Karena itu kami harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Jadi ini bukan pemotongan, tetapi penyesuaian,” jelas dia.

Wilhelmus Yance Boy mengatakan kebijakan ini sempat mengundang reaksi dari para guru dan pegawai yang gajinya mengalami penyesuaian, baik PPPK Paruh Waktu maupun tenaga pendidik non kategori.

Berita Terkait

Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar
Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:24 WITA

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian

Kamis, 10 September 2026 - 22:25 WITA

Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 20:28 WITA

Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Berita Terbaru