Robohkan Bangunan Puskesmas Waigete, Netisen Kecam Anggota DPRD Sikka
Dibaca 14 kali
Anggota DPRD Sikka Wenseslaus Wege merobohkan bangunan Puskesmas Waigete, Jumat (3/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Anggota DPRD Sikka Wenseslaus Wege membongkar salah satu bangunan Puskesmas Rawat Inap di Waigete, Jumat (3/1). Videonya viral di media sosial. Netisen pun mengecam aksi itu.
Kecaman kepada politisi Partai Hanura itu lebih kepada tugas dan fungsi pengawasan seorang wakil rakyat. Wenseslaus Wege dianggap lebih mengedepankan hal-hal teknis yang tidak perlu, dan mengabaikan pengawasan secara politis.
Nur Khalid Majid, seorang praktisi hukum, mempertanyakan tugas dan kewenangan anggota dewan dalam melakukan monitoring.
“Apakah diperbolehkan untuk merusak jika ada hal-hal yang menurutnya tidak baik?” tanya mantan anggota PPK Alok Timur itu.
Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Agustinus Romualdus Heni menegaskan bahwa kompetensi anggota DPRD melakukan pengawasan politis, bukan teknis.
“Lucu dan ngawur. Siapa pun kontraktornya, kalau pekerjaan baru segitu dan digoyang ya pasti robohlah. Kan belum menyatu pada kolom, dan slof tengah belum terpasang,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu.
Markus Melo, mantan anggota DPRD Sikka dari PAN, ikut angkat bicara. Dia menentang bentuk dan pengawasan yang dilakukan Wens Wege dengan cara merobohkan bangunan proyek senilai Rp 4.122.619.243,24. Hemat dia, cara pengawasan seperti itu lebih cocok pengawasan teknis.
Thomas Alva Edison, seorang netisen, menganjurkan semua anggota dewan di Kabupaten Sikka berkumpul dan dia mengajak berdebat tentang aksi Wenseslaus Wege.
Sementara itu mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka Zakarias Heriando Siku berpendapat Wenseslaus Wege bisa digugat karena telah melakukan pengrusakan. Aksi Wenseslaus Wege katanya, bukan masuk dalam metodologi termasuk variabel-variabel yang harus dipenuhi dalam pengujian kualitas.
“Coba Anda pasang tembok setinggi satu meter, lalu Anda goyang. Sebelum tembok ini terikat (dicor) menjadi satu kesatuan dengan 2 kolom atau tiang di bagian ujungnya, maka Anda akan alami hal yang sama. Tembok ini akan goyang dan cenderung rubuh. Dan ini bukan persoalan kualitas, tapi satu kesatuan konstruksi yang belum terbangun sempurna,” ujar dia.
Wenseslaus Wege merobohkan tembok puskesmas yang baru dibangun karena diduga kerja asal jadi. Awalnya, dia menggoyang salah satu bagian tembok puskesmas. Beberapa menit kemudian, tembok roboh.
Dia beralasan jika tembok roboh saat digoyang-goyang, itu menunjukkan rendahnya kualitas pekerjaan bangunan tersebut.
“Buat tembok tidak ada besi pengikat antara tiang. Bagaimana bangunan mau kuat. Padahal ini bangunan nantinya akan ditempati banyak orang. Ini proyek kerja tidak berkualitas, asal jadi saja,” gerutu Wenseslaus Wege kepada sejumlah wartawan di lokasi proyek.
Wenseslaus Wege mendatangi lokasi proyek, mengikuti inspeksi mendadak yang dilakukan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Saat merobohkan bangunan tersebut, aksi disaksikan banyak orang termasuk Bupati Sikka, Dandim 1603 Sikka, dan Ketua DPRD Sikka.*** (eny)