Habihodot Dikepung Banjir, 29 KK Mengungsi

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 6 Januari 2020 - 10:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 31 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir bandang di Dusun Habihodot Kecamatan Talibura, Minggu (5/1)

Banjir bandang di Dusun Habihodot Kecamatan Talibura, Minggu (5/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Hujan deras, angin kencang, dan banjir terus menjadi cerita di awal tahun. Kali ini 29 kepala keluarga di Dusun Habihodot Desa Talibura Kecamatan Talibura terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka dikepung banjir.
Banjir yang mendera warga masyarakat di RT/RW 009/005 itu terjadi pada Minggu (5/1) sekitar pukul 19.30 Wita. Dikabarkan banjir itu berasal dari luapan Sungai Tadanong. Tidak ada korban jiwa dalan peristiwa ini.
Informasi yang dihimpun media ini, hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Talibura sejak pagi hari. Sungai Tadanong tidak mampu menampung intensitas air yang sangat tinggi.
Banjir pun tidak dapat dihindarkan, dan merendam puluhan rumah warga Dusun Habihodot. Tinggi air diperkirakan mencapai 70 centimeter. Warga yang panik dengan kondisi ini, akhirnya memilih mengungsi ke rumah-rumah keluarga.
Banjir bandang kiriman Sungai Tadanong baru mulai surut pelan-pelan sekitar pukul 21.30 Wita bersamaan dengan hujan yang mulai mereda. Setelah merasa kondisi mulai normal, warga yang mengungsi kembali lagi ke rumah masing-masing.
Sekitar pukul 20.00 Wita, Kapolsek Waigete Ipda Razes Manurung bersama Kasub Sektor Nebe Ipda I Wayan Artawan, Kapospol Talibura Bripka Maleakhi Misa dan Kanit Intel Brupka Deniselsius Ano, tiba di lokasi banjir. Aparat kepolisian memantau kejadian untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan warga terdampak.
Personil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka pagi ini telah menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan tanggap darurat. Hingga kini belum diperoleh informasi terkait bentuk penanganan yang dilakukan.*** (eny)
Baca Juga :  Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Berita Terkait

Hari Ini Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Maumere, Bersama Sejumlah Mahasiswa UI
1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo
Mendagri Puji Manajemen Penanganan Gempa Bumi Tektonik di Sikka
Sikka Gencar Distribusi Logistik, Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD
Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik
Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa
Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores
Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:49 WITA

Hari Ini Wapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi Maumere, Bersama Sejumlah Mahasiswa UI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:29 WITA

1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:12 WITA

Mendagri Puji Manajemen Penanganan Gempa Bumi Tektonik di Sikka

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Sikka Gencar Distribusi Logistik, Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:45 WITA

Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:26 WITA

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:52 WITA

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Sebuah rumah di Kecamatan Palue rusak berat dihantam gempa bumi tektonik

Bencana Alam

1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo

Rabu, 19 Agu 2026 - 14:29 WITA

Mendagri Tito Karnavian mengikuti laporan penanganan gempa bumi tektonik dari Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Mendagri Puji Manajemen Penanganan Gempa Bumi Tektonik di Sikka

Rabu, 19 Agu 2026 - 13:12 WITA