Baru Selesai Dikerjakan, Proyek Embung Rp 120 Juta di Natawulu Sudah Jebol

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 16 Januari 2020 - 01:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 64 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi embung di Natawulu, Rabu (15/1)

Kondisi embung di Natawulu, Rabu (15/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Pekerjaan proyek embung di Dusun Natawulu Desa Ladogahar Kecamatan Nita Kabupaten Sikka menjadi mubazir. Baru saja selesai dikerjakan, embung senilai Rp 120 juta itu sudah jebol.
Embung itu sama sekali belum dimanfaatkan. Dan pada akhirnya bisa saja tidak dimanfaatkan jika tidak ada intervensi kebijakan untuk perbaikan. Padahal masyarakat petani di sekitar itu menyambut hangat program Dinas Pertanian Propinsi NTT ini.
Pantauan media ini di lokasi embung, Rabu (15/1), terdapat patahan yang besar di sudut kanan fisik embung. Patahan itu mengakibatkan runtuhnya material, dan berdampak kepada longsoran. Sementara itu pada dinding embung, terlihat jelas retakan-retakan pada sejumlah titik, yang mengindikasikan rendahnya kualitas pekerjaan.
Baru Selesai Dikerjakan, Proyek Embung Rp 120 Juta di Natawulu Sudah Jebol
Kepala Desa Ladogahar Arkadius Arias
Kepala Desa Ladogahar Arkadius Arias menuturkan retakan-retakan pada dinding embung sudah terlihat sejak proyek itu dikerjakan. Sedangkan patahan yang berakibat jebolnya embung, diperkirakan terjadi pada saat hujan yang melanda wilayah itu pada 5 Desember 2019 lalu.
“Sebelumnya hanya retak-retak saja. Lalu kemudian jebol saat hujan tanggal 5 Desember 2019. Tapi waktu itu hujan tidak terlalu deras,” ujar kepala desa yang baru dilantik pada pertengahan Desember 2019.
Proyek embung ini dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Tani Kalvari yang beralamat di Dusun Natawulu. Kelompok tani ini dipimpin seorang aparatur desa setempat bernama Firmus Mitan.
Firmus Mitan yang ditemui di rumahnya menjelaskan para pekerja berjumlah 6 orang telah bekerja maksimal sesuai perencanaan. Dia memastikan tidak ada upaya mencari untung dengan pekerjaan yang berkualitas rendah.
Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan embung itu ambruk. Faktor yang paling dominan, akibat struktur tanah yang lembut. Embung seluas 17×12 meter dengan tinggi 2,5 meter itu itu, dibangun di atas tanah merah.
“Mungkin karena tanah lempang, lembut sekali, sehingga tidak bisa tahan beban,” alasan dia.
Meski demikian, Firmus Mitan mengaku tidak bisa mengelak dari tanggung jawab. Sebagai ketua kelompok tani yang beranggungjawab atas pelaksanaan proyek embung, dia mengaku menerima kritikan dan tudingan yang dialamatkan kepadanya.
Menurut rencana, embung ini berfungsi sebagai penampung air dari Kali Wair Mu’ut. Air tersebut akan dialirkan ke kebun-kebun petani yang ditanami tanaman hortikultura. Kepala Desa Ladogahar menaruh prospek yang besar atas fungsi dan manfaat embung bagi perkembangan ke depan budidaya tanaman hortikultura di dusun itu.*** (eny)
Baca Juga :  Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Berita Terkait

Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa
Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores
Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat
Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia
Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:36 WITA

Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:45 WITA

Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:26 WITA

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:52 WITA

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Berita Terbaru

Sebuah rumah di Kecamatan Palue rusak parah akibat diguncang gempa bumi, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Selasa, 18 Agu 2026 - 08:26 WITA

Petugas SAR Gabungan di Maumere evakuasi korban gempa bumi yang tertindih bangunan di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Senin, 17 Agu 2026 - 21:52 WITA