Sempat Pesta Ayam Panggang, Rencana Yanto Kerja di Kalbar Digagalkan Polisi

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 11 Februari 2020 - 11:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 7 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yanto (paling kanan) dan sejumlah TKI ilegal berada di ruang kedatangan Bandara Frans Seda, setelah diamankan aparat Polres Sikka, Selasa (11/2)

Yanto (paling kanan) dan sejumlah TKI ilegal berada di ruang kedatangan Bandara Frans Seda, setelah diamankan aparat Polres Sikka, Selasa (11/2)

Maumere-SuaraSikka.com: Satu  sebelum berangkat ke Ketapang di Kalimantan Barat, Yanto sempat berpesta ayam panggang. Saatnya tiba, ternyata aparat Polres Sikka menggagalkan keberangkatan, karena dia tidak memiliki dokumen ketenagakerjaan antardaerah.
“Tadi malam saya potong ayam. Lalu panggang saja. Dengan moke (minuman tradisional) sedikit. Yah ini semacam perpisahan karena mau mengadu nasib di Kalimantan,” cerita Yanto yang ditemui di ruang kedatangan Bandara Frans Seda, Selasa (11/2).
Yanto yang berasal dari Dokar Kecamatan Hewokloang mengaku belum bekerja. Pemuda berusia 22 tahun ini senang ketika direkrut menjadi tenaga kerja di sebuah perusahaan sengon di Ketapang.
Sempat Pesta Ayam Panggang, Rencana Yanto Kerja di Kalbar Digagalkan Polisi
Para TKI ilegal diangkut ke Mapolres Sikka
“Yang ajak Om Fendi (Yosef Efendi, Red). Dia sudah lama kerja di sana. Dari Dokar kami ada 3 orang,” ujar pemuda yang sudah tamat sekolah menengah atas itu.
Dia mengaku tidak mengeluarkan biaya satu sen pun. Semua biaya diurus Yosef Efendi. Nantinya, kata dia, upah kerja di Ketapang, akan dipotong setiap bulan untuk mengganti biaya yang dikeluarkan Yosef Efendi.
Pemuda ini tidak menyangka rencana keberangakatan ke Ketapang justerh digagalkan aparat keamanan karena alasan tidak kantongi dokumen. Dia sedikit kesal karena upaya untuk mengubah nasib di perantauan justeru terkendala karena urusan administrasi.
Sebagaimana diberitakan aparat Polres Sikka menggagalkan pemberangkatan 20 tenaga kerja ilegal dari Kabupaten Sikka ke Ketapang. Polisi mengamankan mereka di Bandara Frans Seda Maumere, Selasa (11/2) pagi. Para TKI ilegal ini hendak berangkat menggunakan pesawat Wing’s Air.*** (eny)
Baca Juga :  Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Berita Terkait

Sikka Gencar Distribusi Logistik, Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD
Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik
Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa
Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores
Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat
Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia
Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Sikka Gencar Distribusi Logistik, Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:36 WITA

Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:45 WITA

Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:26 WITA

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Sebuah rumah di Kecamatan Palue rusak parah akibat diguncang gempa bumi, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Selasa, 18 Agu 2026 - 08:26 WITA