Rakor Penanganan DBD Sepi Peminat, Banyak Camat dan Lurah Tidak Hadir

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 25 Februari 2020 - 10:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 18 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sikka didampingi Kadis Kominfo pada saat Rakor Penanganan DBD di Gedung SCC, Senin (24/2) malam

Bupati Sikka didampingi Kadis Kominfo pada saat Rakor Penanganan DBD di Gedung SCC, Senin (24/2) malam

Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka menggelar rapat koordinasi penanganan demam berdarah dengue (DBD), Senin (24/2) malam. Namun rakor ini sepi peminat. Camat dan lurah yang diundang, malah banyak yang tidak hadir.
Pantauan media ini, dari 21 camat, yang hadir di Gedung Sikka Convention Center hanya beberapa saja seperti Camat Alok Barat, Alok, Alok Timur, Paga, dan Kangae. Demikian pun dari 13 lurah, hanya beberapa yang hadir.
Padahal rakor ini sangat penting menyusul peningkatan kasus yang semakin cepat. Kini DBD sudah menyerang 21 kecamatan dengan 868 kasus dan 7 di antaranya meninggal. Rakor ini juga sangat strategis menjelang kedatangan kedua kalinya staf Kementerian Kesehatan.
Selain itu, rakor ini juga penting, karena Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menginginkan dilakukan perang terhadap nyamuk. Penggerak perang adalah pimpinan-pimpinan wilayah dari tingkat camat, lurah dan kepala desa, hinggga RT dan RT. Bupati Sikka telah menunjuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kensius Didimus sebagai Koordinator Penanganan DBD.
Selain sepi peminat, pelaksanaan rakor ini juga molor dari waktu yang ditentukan. Jadwal rakor disampaikan pukul 18.00 Wita, namun baru dimulai sekitar pukul 22.00 Wita.
Akibatnya rakor itu hanya berlangsung tidak lebih dari 1,5 jam, untuk mendengar paparan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus dan penegasan Bupati Sikka. Tidak ada lagi dialog, informasi, masukan, koreksi, sharing pengalaman serta tukar pikiran yang lebih substantif dan konstruktif untuk menangani DBD.
Praktis dalam rakor itu tidak tampak strategi dan kiat-kiat yang akan dilakukan Kensius Didimus yang ditunjuk sebagai Koordinator Penanganan DBD. Semangat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk dalam rakor tersebut, kesannya masih sebatas wacana.*** (eny)
Baca Juga :  Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Berita Terkait

Sikka Gencar Distribusi Logistik, Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD
Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik
Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa
Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores
Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat
Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia
Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Sikka Gencar Distribusi Logistik, Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:36 WITA

Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:45 WITA

Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:26 WITA

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Sebuah rumah di Kecamatan Palue rusak parah akibat diguncang gempa bumi, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Selasa, 18 Agu 2026 - 08:26 WITA