Paskah Kasus Feses, DPRD Sikka Datangi Seminari BSB

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 26 Februari 2020 - 11:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 48 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Sikka Donatus David bersama Ketua Komisi 3 Alfridus Melanus Aeng dan Praeses Seminari BSB Romo Deodatus Du'u

Ketua DPRD Sikka Donatus David bersama Ketua Komisi 3 Alfridus Melanus Aeng dan Praeses Seminari BSB Romo Deodatus Du'u

Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah anggota DPRD Sikka, Rabu (26/2), mendatangi Seminari Maria Bunda Segala Bangsa. Kunjungan ini paskah kasus feses yang terjadi di asrama sekolah itu.
Kunjungan para wakil rakyat ini langsung dibawa pimpinan Ketua DPRD Sikka. Hadir juga Ketua Komisi 3 Alfridus Melanus Aeng dan Wakil Ketua Komisi 3 Wenseslaus Wege.
Paskah Kasus Feses, DPRD Sikka Datangi Seminari BSB
Sejumlah anggota DPRD Sikka ikuti pertemuan
Tampak hadir beberapa anggota seperti Alfonsus Ambrosius, Filario Charles Bertrandi, Yosep Nong Soni, Petrus Woda, Florensia Klowe, Linda, da Rato, dan Phillips Fransiskus.
Para wakil rakyat ini tiba di Seminari BSB sekitar pukul 11.00 Wita. Mereka diterima Praeses Seminari BSB Romo Deodatus Du’u dan Kepala SMP Seminari BSB Romo Felix Dari, dan langsung diarahkan ke salah satu ruangan kelas.
Pertemuan antara Praeses BSB dan Kepala SMP BSB berlangsung tertutup. Sejumlah media yang berada di sekolah itu, tidak diizinkan masuk ke ruang pertemuan. Meskipun tertutup, pintu ruang pertemuan dibiarkan terbuka, sehingga para wartawan masih bisa mengikuti pertemuan tersebut dari luar ruangan.
Sampai sekarang pertemuan masih berlangsung. Terdengar suara Romo Deodatus Du’u membacakan klarifikasi terkait pemberitaan kasus ini.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 77 siswa Kelas VII dipaksa makan feses atau kotoran manusia oleh kakak kelas mereka.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (19/2) lalu. Kasus ini dibungkus rapi, dan baru terbongkar dua hari sesudahnya, Jumat (21/2). Terbongkarnya perlakuan keji itu setelah orang tua siswa memrotes tindakan itu melalui WhatsApp humas sekolah.
Pimpinan Seminari BSB RD Deodatus Du’u melalui rilis resmi, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Hanya saja, kata dia, para siswa yang mendapat hukuman, bukan diberi makan kotoran manusia, tetapi salah seorang kakak kelas menyentuhkan sendok yang ada kotoran manusia pada bibir atau lidah 77 siswa tersebut.*** (eny)
Baca Juga :  Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Berita Terkait

Sikka Gencar Distribusi Logistik, Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD
Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik
Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa
Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores
Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat
Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia
Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Sikka Gencar Distribusi Logistik, Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:36 WITA

Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:45 WITA

Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:26 WITA

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Sebuah rumah di Kecamatan Palue rusak parah akibat diguncang gempa bumi, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Selasa, 18 Agu 2026 - 08:26 WITA