Ketua DPRD Sikka Donatus David bersama Ketua Komisi 3 Alfridus Melanus Aeng dan Praeses Seminari BSB Romo Deodatus Du'u
Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah anggota DPRD Sikka, Rabu (26/2), mendatangi Seminari Maria Bunda Segala Bangsa. Kunjungan ini paskah kasus feses yang terjadi di asrama sekolah itu.
Kunjungan para wakil rakyat ini langsung dibawa pimpinan Ketua DPRD Sikka. Hadir juga Ketua Komisi 3 Alfridus Melanus Aeng dan Wakil Ketua Komisi 3 Wenseslaus Wege.
Sejumlah anggota DPRD Sikka ikuti pertemuan
Tampak hadir beberapa anggota seperti Alfonsus Ambrosius, Filario Charles Bertrandi, Yosep Nong Soni, Petrus Woda, Florensia Klowe, Linda, da Rato, dan Phillips Fransiskus.
Para wakil rakyat ini tiba di Seminari BSB sekitar pukul 11.00 Wita. Mereka diterima Praeses Seminari BSB Romo Deodatus Du’u dan Kepala SMP Seminari BSB Romo Felix Dari, dan langsung diarahkan ke salah satu ruangan kelas.
Pertemuan antara Praeses BSB dan Kepala SMP BSB berlangsung tertutup. Sejumlah media yang berada di sekolah itu, tidak diizinkan masuk ke ruang pertemuan. Meskipun tertutup, pintu ruang pertemuan dibiarkan terbuka, sehingga para wartawan masih bisa mengikuti pertemuan tersebut dari luar ruangan.
Sampai sekarang pertemuan masih berlangsung. Terdengar suara Romo Deodatus Du’u membacakan klarifikasi terkait pemberitaan kasus ini.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 77 siswa Kelas VII dipaksa makan feses atau kotoran manusia oleh kakak kelas mereka.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (19/2) lalu. Kasus ini dibungkus rapi, dan baru terbongkar dua hari sesudahnya, Jumat (21/2). Terbongkarnya perlakuan keji itu setelah orang tua siswa memrotes tindakan itu melalui WhatsApp humas sekolah.
Pimpinan Seminari BSB RD Deodatus Du’u melalui rilis resmi, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Hanya saja, kata dia, para siswa yang mendapat hukuman, bukan diberi makan kotoran manusia, tetapi salah seorang kakak kelas menyentuhkan sendok yang ada kotoran manusia pada bibir atau lidah 77 siswa tersebut.*** (eny)