Satu ODP dari Lembata Dirujuk ke Maumere dengan Diagnosa Usus Buntu Akut

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 15 Maret 2020 - 00:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 26 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KM Banawa Nusantara 109 yang mengangkut ODP dari Lembata

KM Banawa Nusantara 109 yang mengangkut ODP dari Lembata

Maumere-SuaraSikka.com: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus memastikan 1 orang dalam pemantauan (ODP) dirujuk dari Lembata ke RSUD TC Hillers Maumere. Pasien ini didiagnosa apendix peforoses atau usus buntu akut.
Keterangan resmi ini disampaikan Petrus Herlemus melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Sabtu (14/5) malam pukul 23.10 Wita. Dia menyampaikan informasi ini untuk menghindari multitafsir di tengah masyarakat.
“Untuk tidak multitafsir tentang 2 pasien yang dirujuk ke RSUD TC Hillers, maka dapat kami jelaskan bahwa benar ada rujukan 1 pasien dengan diagnosa apendix peforoses atau usus buntu akut yang harus segera dibedah atau operasi. Saat ini dalam perjalanan dari Lembata-Flotim-Sikka.
Jadi tdak benar isu yang berkembang bahwa RS Lembata merujuk 2 pasien corona,” jelas Petrus Herlemus.
Dia menambahkan pasien yang dirujuk itu didampingi istrinya. Oleh karena pasien dan istri yang mendampinginya berstatus ODP, lanjut dia, maka penangananya sesuai prosedur tatalaksana WHO.
“Maka diimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sikka tetap tenang dan tidak panik,” imbuh Petrus Herlemus.
Informasi yang dihimpun media ini, pasien ODP bersama istrinya selama 15 tahun berada di Inggris. Pasien dengan initial KM, 46 rahun, bekerja sebagai sopir. Sedangkan istrinya, YW 40 tahun, sebagai ibu rumah tangga. Inggris merupakan salah satu negara yang terkena dampak virus Covid 19.
Keduanya kembali ke Indonesia pada tanggal 28 Pebruari 2020, transit via Pelabuhan Internasional Qatar selama 1 hari. Pada saat tiba di Jakarta, pasangan suami istri ini menetap selama 1 minggu. Selanjutnya menuju ke Lembata, dan tiba pada tanggal 9 Maret 2020 menggunakan Pesawat Trans Nusa.
Pada Jumat (13/3) kemarin, KM mengeluh sakit pada bagian perut. Kemudian dia melakukan pemeriksaan medis pada dokter praktik. Dokter mendiagnosa KM menderita usus buntu, dan disarankan pemeriksaan lebih lanjut. Lalu KM dan istrinya menuju IGD RSUD Lembata untuk melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan tim medis, pasien didiagnosa menderita gejala infeksi usus buntu akut, dan direncanakan untuk dioperasi. Gejala lainnya yakni pasien juga menderita batuk pilek dan panas sejak 3 hari sebelumnya. Dan hasil pemeriksaan suhu tubuh pasien adalah 38 derajat Celsius. Sedangkan Istri pasien juga menderita batuk pilek sehari sebelumnya.

Terkait gejala penyakit tersebut, pihak RSUD Lembata melakukan tindakan antisipasi dan pantauan terhadap kemungkinan kedua pasien terinfeksi virus Covid 19. Hal tersebut dikarenakan selama ini pasangan suami istri ini berada di Inggris yang merupakan salah satu negara yang terkena dampak virus Covid 19.

Baca Juga :  Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik
Hingga saat ini pasien masih dalam perjalanan dari Lembata menuju Maumere. Petrus Herlemus yang dihubungi memastikan pasien belum tiba di RSUD TC Hillers Maumere. Informasi yang diterima media ini, pasien telah diberangkatkan dengan KM Banawa Nusantara 109. Kapal khusus ini disterilisasi dengan desinfektan.*** (eny)

Berita Terkait

1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo
Mendagri Puji Manajemen Penanganan Gempa Bumi Tektonik di Sikka
Sikka Gencar Distribusi Logistik, Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD
Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik
Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa
Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores
Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat
Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:29 WITA

1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:12 WITA

Mendagri Puji Manajemen Penanganan Gempa Bumi Tektonik di Sikka

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Sikka Gencar Distribusi Logistik, Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:36 WITA

Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:26 WITA

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:52 WITA

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Berita Terbaru

Sebuah rumah di Kecamatan Palue rusak berat dihantam gempa bumi tektonik

Bencana Alam

1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo

Rabu, 19 Agu 2026 - 14:29 WITA

Mendagri Tito Karnavian mengikuti laporan penanganan gempa bumi tektonik dari Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Mendagri Puji Manajemen Penanganan Gempa Bumi Tektonik di Sikka

Rabu, 19 Agu 2026 - 13:12 WITA