Maumere-SuaraSikka.com: Sejak Minggu (22/3), pencegahan penyebaran Covid 19 makin diperketat di Bandara Frans Seda Maumere. Semua penumpang yang baru tiba diwajibkan mengisi data kewaspadaan kesehatan.
Untuk memperlancar, pengisian dilakukan oleh petugas dari Satuan Gugus Tugas Covid Kabupaten Sikka. Para petugas menginput data-data yang diberikan penumpang ke formulir Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card).
Data-data yang tertuang pada Kartu Kewaspadaan Kesehatan seperti identitas diri, asal kedatangan, tanggal kedatangan, serta nama dan nomor armada pesawat yang ditumpangi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu juga terdapat data keluhan penyakit yang dirasakan pada saat itu seperti deman, sesak napas, diare, kejang, kaku kuduk, mata merah, mata kuning, dan ruam kemerahan kulit.
Dalam formulir itu juga para penumpang diminta memberi keterangan kunjungan pada 14 hari terakhir. Hal ini untuk memudahkan pengecekan riwayat kunjungan penumpang tersebut.
Formulir Kartu Kewaspadaan Kesehatan dibuat berukuran kecil, kira-kira sepertiga dari lembaran HVS. Lembaran kecil ini dibagi dalam 2 ukuran, dengan data-data yang sama. Ukuran yang lebih besar diberikan kepada penumpang, sementara yang lebih menjadi dokumen Satuan Gugus Tugas Covid Kabupaten Sikka.
Selain Kartu Kewaspadaan Kesehatan, para penumpang diberikan juga 1 lembar kertas berukuran kecil, yang di dalamnya termuat Protokol Isolasi Mandiri selama 14 hari. Ada 8 poin yang termuat dalam Protokol Isolasi Mandiri. Bagian bawah lembaran ini dicantumkan Call Center Dinas Kesehatan.
Pantauan media ini di Bandara Frans Seda Maumere, Minggu (22/3), puluhan penumpang yang baru datang dengan menggunakan Nam Air rute Denpasar-Maumrre-Kupang, tampak kooperatif menyampaikan data dan keterangan untuk diinput ke dalam Kartu Kewaspadaan Kesehatan.
Meski harus antri lama karena terbatasnya petugas Satuan Gugus Tugas Covid, para penumpang tidak keberatan menjalankan prosedural ini.*** (eny)















