173 Warga Karantina di Sikka Ditingkatkan Status Menjadi Orang Tanpa Gejala

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 13 April 2020 - 15:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 24 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga yang menjalani karantina di Gedung SCC, Senin (13/4) sedang santai di depan Gedung SCC

Warga yang menjalani karantina di Gedung SCC, Senin (13/4) sedang santai di depan Gedung SCC

Maumere-SuaraSikka.com: Pasca keluarnya hasil swab ABK Lambelu, di mana 26 orang dinyatakan positip Covid 19, maka sebanyak 173 warga Kabupaten Sikka yang sedang menjalani karantina dinaikkan statusnya menjadi orang tanpa gejala (OTG).

Hal ini disampaikan Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus yang ditemui di Aula Kantor Dinkes Sikka, Senin (13/4) siang. Status OTG kepada 173 orang yang merupakan peumpang KM Lambelu ini diberlakukan mulai hari ini.

“Dengan hasil di Sulawesi, hari ini juga yang ada di lokasi karantina, kita pindahkan menjadi OTG,” jelas Petrus Herlemus kepada media ini.

Dia mengatakan ABK Lambelu melayani semua penumpang di atas kapal. Karena itu bisa saja sudah ada kontak erat dengan para penumpang.

Menyusul informasi tentang status 26 ABK, Petrus Herlemus yang juga Kepala Dinas Kesehatan Sikka langsung menggelar rapat internal bersama semua staf Dinas Kesehatan Sikka.

Baca Juga :  Anak-Anak di Nitunglea-Palue Lewati 5 Titik Longsoran Ekstrim Demi Ambil Bantuan Sembako

Pertemuan internal ini untuk menetapkan langkah-langkah penanganan kuratif. Sejauh ini sedang disiapkan strategi penanganan medis.

Sebanyak 173 warga sedang menjalani karantina di Gedung SCC dan Rujab Bupati Sikka. Petugas kesehatan telah melakukan rapid test terhadap 170 orang pada Sabtu (11/4). Tiga balita tidak dilakukan rapid test.

Dari hasil rapid test pertama, 3 orang disebut terindikasi terjangkit Covid 19. Rencananya rapid test kedua akan dilakukan pada Sabtu (18/4) mendatang.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru