Maumere-SuaraSikka.com: Satgas Covid Sikka kecolongan dalam penanganan virus corona. Ternyata ada 7 eks penumpang KM Lambelu yang hingga kini belum menjalani rapid test pertama.
Kondisi ini diketahui setelah pendataan ulang pelaku perjalanan melalui KM Lambelu yang sedang menjalani karantina di Gedung SCC dan Rujab Bupati Sikka. Sebelumnya terdata 172 orang, semuanya warga Kabupaten Sikka. Setelah didata ulang Kamis (16/4) kemarin, ternyata jumlahnya menjadi 179 orang.
Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus kepada wartawan pagi tadi menjelaskan 7 orang tersebut tidak melaporkan diri saat pendataan awal. Mereka baru diketahui setelah pendataan ulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kemarin itu ada temuan perbedaan data, sehingga saya meminta untuk dilakukan pemeriksssn kesehatan dan pendataan ulang satu persatu. Dari situ baru ketahuan ada 7 orang yang selama ini belum didata,” ungkap dia.
Dari penelusuran selanjutnya, kata dia, dipastikan 7 orang ini belum menjalani rapid test pertama yang telah dilaksanakan secara menyeluruh pada Sabtu (11/4) lalu.
“Waktu rapid test pertama kan dipanggil satu persatu. Dari awal karena tidak lapor, praktis nama mereka tidak dipanggil. Jadi mereka belum rapid test,” ujar dia.
Menyikapi kondisi ini, lanjut dia, Satgas Covid Sikka memutuskan 7 orang ini menjalani rapid test pertama pada Sabtu (18/11), bersamaan dengan rapid test kedua bagi semua pelaku perjalanan KM Lambelu.*** (eny)















