Maumere-SuaraSikka.com: Seorang mahasiswa dan pelajar yang studi di Makasar, Selasa (28/4) pagi mendatangi Posko Satgas Covid Sikka. Dua pelaku perjalanan ini sama sekali tidak mengenakan masker.
Petugas kesehatan di posko sempat meminta keduanya mengenakan masker. Ternyata keduanya mengaku tidak membawa masker. Masker ditinggalkan di rumah.
Mendengar jawaban tersebut, petugas kesehatan hanya bisa terpana saja. Petugas pun membagikan masker, sambil menyampaikan penjelasan tentang pentingnya menggunakan masker di tengah pandemi virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua anak muda ini datang ke posko untuk melaporkan berakhirnya masa karantina, sekaligus meminta arahan protokoler.
Robertus Balarminus, 20 tahun, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Makasar, tiba di Maumere pada 23 Maret 2020 dengan menggunakan KM Lambelu. Dia mengaku melaksanakan karantina mandiri di rumah, bukan saja 14 hari, tapi selama 1 bulan.
Sementara Meriani Christina Elsani, 17 tahun, pelajar Kelas XI sebuah SMA di Makasar, tiba di Maumere melalui Bandara Frans Seda pada 6 April 2020.
Mahasiswa dan pelajar ini masih ada hubungan kawin mawin. Rumah mereka pun bertetangga, di bilangan Kelurahan Nangalimang Kecamatan Alok.
Robertus Balarminus mengaku tertib menjalani karantina, apalagi harus menjalani kuliah secara online. Jika tidak ada aktifitas, dia menghabiskan waktu dengan bermain game melalui handphone.
Hal yang sama juga disampaikan Meriani Christina Elsani, yang tertib melaksanakan karantina mandiri. Selama masa karantina, dia mengerjakan tugas-tugas sekolah secara online.
Setelah mencatat administrasi dua orang ini, petugas kesehatan mengingatkan lagi agar melaksanakan protokoler kesehatan seperti hindari kerumunan, jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker.*** (eny)















