Ketika Korupsi Menjadi Suci dan Bukan Menjadi Tabu

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Agustus 2018 - 19:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 1,085 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jumat (20/8), pukul 11.30 WIB, tak ada mobil tahanan ataupun pengawal yang Yusuf Erwin Faisal, terpidana korupsi, seusai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Siang itu bekas anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terbukti menerima suap dalam kasus alih fungsi hutan lindung menjadi pelabuhan di Sumatera Selatan dan kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lain.
Juru Bicara KPK Johan Budi, yang waktu itu tengah menggelar konferensi pers, terheran-heran melihat Yusuf melenggang bebas berjalan sendirian meninggalkan Gedung KPK. Jusuf baru pada 6 April 2009 divonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan hukuman penjara selam 4,5 tahun.
Wartawan pun segera memburu lelaki yang siang itu berkemeja motif garis-garis dan berpeci warna emas. Awalnya Yusuf mengaku bahwa petugas Lembaga Pemasyarakatan Tangerang yang mengawalnya menunggu di luar gedung. Namun, wartawan tak percaya begitu saja dan terus mencecarnya dengan pertanyaan. Dia terlihat kikuk dan tiba-tiba Yusuf mengeluarkan telepon selulernya dan bertanya kepada seseorang di seberang, “Di mana?”
Adegan berikutnya mudah ditebak. Bukan mobil tahanan yang muncul, tetapi sebuah mobil Suzuki Grand Vitara warna perak bernopol polisi B 1843 NJA, yang masih terlihat baru.
“Saya baru saja dapat asimilasi. Insya Allah, Nopember tahun ini saya sudah bebas,” ujar dia, sebelum bergegas pergi.
Dia juga mengaku telah menerima remisi atau pemotongan hukuman tiga bulan penjara berbarengan dengan peringatan Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2010.
Baca Juga :  Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Berita Terkait

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat
Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo
Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura
Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar
PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT
Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator
Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi
Gempa Guncang Sikka, Belanja Tidak Terduga Naik Drastis

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:33 WITA

Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:11 WITA

Gempa Guncang Sikka, Belanja Tidak Terduga Naik Drastis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:14 WITA

Padam 5 Hari Akibat Gempa Bumi Tektonik, Listrik di Palue Kembali Nyala

Berita Terbaru

Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi menyerahkan bantuan tenda kepada warga terdampak gempa bumi tektonik di Kecamatan Talibura, Sabtu (22/8)

Bencana Alam

Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura

Sabtu, 22 Agu 2026 - 14:33 WITA