Banggar dan Pemerintah Setuju PAD Rp 100 Miliar

0
510
Banggar dan Pemerintah Setuju PAD Rp 100 Miliar
Foto: Suasana rapat paripurna di DPRD Sikka;
Maumere-SuaraSikka.com: Badan Anggaran DPRD bersama Tim Asistensi Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, Selasa (4/9), membahas kebijakan umum tahun anggaran (KUA) 2019. Forum rapat menyetujui target pendapatan asli daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 100 miliar.
            Target PAD ini bisa dinaikkan lagi, melebihi Rp 100 miliar. Ruang itu terbuka ketika pembahasan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) bersama organisasi perangkat daerah. Banggar berencana membedah secara detail potensi pendapatan pada satuan kerja perangkat daerah, terutama yang mengelola pendapatan.
            Rapat Banggar dipimpin Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa, didampingi Wakil Ketua Sufriyance Merison Botu dan Donatus David. Dari pemerintah hadir Kepala Bappeda Alvin Parera, Asisten Pembangunan Delly Pasande, Kepala Dinas Keuangan Eduardus Desa Pante, dan Kepala Badan Pendapatan Servasius Sewar.
Dalam rapat badan anggaran terjadi tarik ulur pendapat dan diplomasi selama hampir kurang 4 jam. Anggota Banggar menginginkan agar target PAD direncanakan lebih tinggi dari target tahun lalu. Banggar menilai pemerintah terkesan tidak ingin daerah ini maju karena merencanakan target PAD yang jauh di bawah target tahun lalu.
Sementara itu TAPD Kabupaten Sikka bertahan dengan target yang sudah direncanakan, sambil terus berupaya untuk melakukan peningkatan PAD. Pemerintah akan melakukan langkah-langkah serius, yakni meningkatkan manajemen tata kelola pemungutan dan penerimaan PAD, meningkatkan kualitas sarana layanan publik sehingga masyarakat merespon secara positip atas pungutan yang ditetapkan, dan meningkatkan kapasitas dan integritas aparat pemungut PAD.
Selain itu pemerintah akan berupaya meningkatkan peran dan fungsi perangkat daerah pengelola PAD, meningkatkan pengawasan dan penegakan peraturan daerah terhadap pelaksanaan pungutan setiap jenis PAD, perluasan wajib pajak, penyempurnaan tarif, perluasan objek pajak, dan meningkatkan pengawasan dan penegakan peraturan daerah.
Setelah melalui silang pendapat, Banggar mengusulkan angka RP 100 miliar sebagai target perencanaan PAD. Pemerintah masih tidak bergeming, dan hanya menaikkan menjadi Rp 95 miliar. Namun setelah melalui pemahaman bersama, akhirnya forum rapat menyetujui angka Rp 100 miliar.
            Sebelumnya Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus melalui Nota Pengantar KUA-PPAS TA 2019 menyampaikan target PAD direncanakan Rp 90.926.561.268, atau turun sebesar 12,85 persen dari tahun 2018. Flori Mekeng beralasan penurunan target PAD terjadi karena adanya penyesuaian target tahun 2019 berdasarkan potensi riil yang bisa dicapai dan realisasi penerimaan PAD pada tahun-tahun sebelumnya, sesuai hasil pendataan potensi dan sumber-sumber PAD.
            Ada beberapa pos pada PAD yang mengalami penurunan. Pajak Daerah mengalami penurunan total sebesar 22,13 persen dari semua jenis pajak daerah, dengan penurunan terbesar pada pajak bumi dan bangunan. Lalu retribusi daerah mengalami penurunan total sebesar 20,28 persen dari semua jenis retribusi daerah, dengan penurunan terbesar pada retribusi pelayanan pasar dan retribusi pemakaian kekayaan daerah.
Selain itu pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan mengalami penurunan sebesar 5,31 persen, dengan penurunan terbesar dari penerimaan laba atas penyertaan modal pada PT Bank NTT. Dan pos Lain-Lain PAD Yang Sah mengalami penurunan sebesar 8 persen, dengan penurunan terbesar pada penerimaan bunga deposito dan penerimaan pengembalian kerugian daerah.*** (eny)
BERITA TERKAIT:

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini