Polri Bertekad Wujudkan Pemilu Damai

0
202
Polri Bertekad Wujudkan Pemilu Damai
Suasana gelar pasukan dalam rangka Operasi Mantap Brata Turangga 2018 di Lapangan Apel Polres Sikka, Rabu (19/9)
Maumere-SuaraSikka.com: Kepolisian Republik Indonesia, Rabu (20/9) hari ini, secara serentak menggelar apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Mantap Brata Turangga 2018. Salah satu tekad dari kepolisian yakni mewujudkan pemilihan umum yang damai pada tahun 2019 mendatang.
Di Kabupaten Sikka, apel serentak ini dilaksanakan di Lapangan Apel Polres Sikka di Kelurahan Kota Baru Kecamatan Alok Timur. Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang langsung memimpin apel yang dilaksanakan pukul 08.45 Wita.
Hadir pada apel ini antara lain Danlanal Maumere Kolonel (Mar) Soemantri, Dandim 1603 Sikka Letkol Inf Sugeng Prihatin, Ketua Pengadilan Negeri Rahmat Sanjaya, Kaden B Pelopor Maumere Kompol Cris Thomas Fia, Wakapolres Sikka Kompol Iwan Iswahyudi, dan Kadis Pol PP dan Damkar Yoseph Benyamin.
Selain itu Kepala Subsie Sumber Daya Karel Roni Ileng dari Basarnas Maumere, perwakilan Kejaksaan Negeri Maumere, perwakilan Lapas Kelas IIB Maumere, mantan Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, unsur organisasi perangkat daerah, serta Kabag dan Kasat dalam jajaran Polres Sikka.
Sementara peserta apel yakni personil Kodim 1603 Sikka, personil Lanal Maumere, personil Brimob Den B Pelopor, personil Sat Sabhara Polres Sikka,  personil Sat Lantas Polres Sikka, personil Gabungan Staf Polres Sikka, personil Gabungan Reskrim/Intel/Narkoba Polres Sikka, personil Pol PP, personil Dinas Perhubungan, dan personil Basarnas Maumere. Masing-masing terdiri atas 1 pleton.
Apel gelar pasukan ini mengambil tema “Melalui Operasi Mantap Brata Turangga 2018, Kita Tingkatkan Sinergi Polri dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Mewujudkan Kamdargi Yang Kondusif. Kapolres Sikka langsung membacakan amanat Kapolri, dan menyebutkan apel operasi kepolisian terpusat mantap brata 2018 dilakukan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019.

Berita Terkait:


“Apel gelar pasukan ini diselenggarakan di seluruh jajaran dengan tujuan untuk mengecek kesiapan personil, sarana dan prasarana, sebelum diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan. Dengan demikian Pemilu 2019 akan dapat teselenggara dengan aman, lancar, dan damai,” ucap Rickson Situmorang.
Dia menambahkan, Polri yang dibantu unsur TNI dan stakeholders terkait lainnya akan menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi Mantap Brata 2018. Operasi ini akan dilaksanakan terhitung selama 397 hari sejak Kamis (20/9) besok, sampai 21 Oktober 2019, dengan melibatkan 272.886 personil Polri.
Operasi ini diselenggarakan dengan mengedepankan kegiatan preventif yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif, dan rehabilitasi melalui penggelaran fungsi-fungsi kepolisian dalam bentuk satuan tugas tingkat pusat, tingkat daerah, dan tingkat resor.
Dalam amanatnya, Kapolri meminta agar perkuat soliditas dan sinergisitas TNI dan Polri guna mewujudkan Pemilu 2019 yang aman lancar dan damai. Selain itu menjaga netralitas TNI dan Polri serta menghindari tindakan yang dapat mencederai netralitas TNI dan Polri dalam setiap tahapan Pemilu.
Kapolri juga mengingatkan untuk mengedepankan langkah proaktif dengan mengoptimalkan deteksi dini guna mengetahui dinamika yang berkembang untuk selanjutnya dilaksanakan upaya pencegahan dan penanganan secara dini.
Kepolisian mendorong seluruh elemen seperti KPU, Bawaslu, caleg, parpol dan masa pendukung, pemerintah daerah, media, tokoh masyarakat, serta pengawas pemilu independen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diemban sesuai peraturan yang berlaku. Dia berharap menggelorakan deklarasi Pemilu Damai di masing-masing wilayah dengan mengikutsertakan elemen-elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu.
Selain itu Kapolri berpesan agar merencanakan pengamanan secara detail dan melaksanakan latihan pada setiap tahapan pengamanan, termasuk dalam menghadapi situasi kontijensi. Dan yang terakhir adalah melakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional, baik terhadap dugaan tindak pidana pemilu melalui Sentra Gakumdu maupun potensi pelanggaran hukum lainnya, guna menjamin stabilitas kantibmas yang kondusif.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini