Hari Baca Nasional, Ratusan Pelajar Perkuat Literasi
Dibaca 15 kali
Suasana Lomba Menulis Cerpen di SMAK Frater Maumere, Sabtu (22/9)
Maumere-SuaraSikka.com: Ratusan pelajar dari berbagai sekolah mengikuti empat mata lomba literasi dalam rangka memperingati Hari Baca Nasional. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (21-22/9), dan dipusatkan di SMAK Frater Maumere dan Aula Mardiwiyata Maumere. Dalam suasana kompetisi, ratusan pelajar ini bertekad memperkuat literasi.
Peserta kegiatan didominasi siswa-siswa SMAK Frater Maumere, lebih dari 700 pelajar. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah rujukan nasional di Kabupaten Sikka. Peserta lain adalah siswa-siswi utusan dari sekolah-sekolah imbas seperti SMAK Maria Bunda Segala Bangsa (BSB), SMAN Talibura, dan SMAN Bola.
Empat mata lomba literasi yakni Lomba Pojok Baca Kelas, Lomba Membaca, Lomba Menulis Cerpen, dan Lomba Majalah Dinding Tiga Dimensi. Di sela-sela kegiatan lomba, Panitia Pelaksana menghadirkan 3 wartawan yakni Walburgus Abulat (Flores Pos), Eugenius Moa (Pos Kupang), dan Vicky da Gomez (SuaraSikka.com) untuk memberikan pelatihan jurnalistik. Ketiga wartawan ini juga menjadi juri pada empat perlombaan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana Augustinus Sirylus menyebutkan kegiatan selama dua hari itu merupakan gabungan dari peringatan Hari Baca Nasional, pelatihan jurnalistik, dan lomba literasi. Guru pada SMAK Frater Maumere itu mengatakan kegiatan seperti ini baru pertama kali dilakukan setelah SMAK Frater Maumere dipercayakan sebagai sekolah rujukan nasional.
Pantauan media ini, peserta mengikuti lomba dengan antusias yang sangat tinggi. Lomba Pojok Baca Kelas misalnya, diikuti 23 rombongan belajar SMAK Frater Maumere. Lalu Lomba Membaca diikuti 21 utusan rombongan belajar, tiga di antaranya dari SMAK Maria BSB. Seterusnya Lomba Majalah Dinding Tiga Dimensi diikuti 22 rombongan belajar SMAK Frater Maumere. Dan Lomba Menulis Cerpen diikuti 50 peserta, termasuk 5 siswa SMAK Maria BSB. Sementara SMAN Talibura dan SMAN Bola hanya mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik.
Hampir semua lomba berlangsung seru dan kompetitif. Lomba Pojok Baca Kelas, setiap peserta dalam bentuk kelompok membuat pojok baca pada kelasnya masing-masing. Mereka berkreasi menciptakan semacam perpustakaan mini dalam kelas. Buku-buku ditata dengan rapi sesuai rubrikasi, dan sebagian besar buku adalah non pelajaran.
Lomba Mading Tiga Dimensi juga tidak kalah serunya. Setiap tim peserta mendesain mading pada kelasnya masing-masing. Mereka berkreasi dan berkreatifitas menciptakan mading yang berkualitas, dipadu desain dan artistik yang menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan.
Yang juga tidak kalah menarik adalah Lomba Membaca. Para peserta mendalami bacaan yang disiapkan panitia pelaksana selama 15 menit. Setelah itu mereka diberi waktu 30 menit untuk menyiapkan presentasi. Ada empat pilihan presentasi, yakni menggunakan poster, power point, puisi dan animasi. Peserta boleh memilih salah satunya untuk presentasi selama 5 menit.
Floriana Alynpia Toji dan Inosentia Agnesti Emerenita Orinbao, keduanya siswi Kelas XII IPS C, serta Cyntia Arli Tunggal, siswi Kelas XII IPS A, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Banyak hal positip yang mereka bisa timba untuk bekal ilmu literasi ke depan. Selain itu, mereka mendapatkan makna pentingnya bekerjasama dalam tim, serta menghidupkan semangat gotong-royong yang menjadi ciri khas kehidupan sosial bangsa Indonesia.
Untuk memberi rangsangan, semangat dan motivasi kepada peserta lomba, Panitia Pelaksana menyiapkan total hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. Setiap mata lomba akan menghasilkan lima pemenang, sesuai keputusan dewan juri.*** (eny)