Heboh Temuan Tengkorak Manusia, Ternyata Tengkorak Kepala Babi
Dibaca 72 kali
Kanit Identifikasi Polres Sikka David Jeradu sedang melakukan identifikasi lokasi penemuan tengkorak di SDN Contoh Maumere, Jumat (28/9)
Maumere-SuaraSikka.com: Orang ramai mendatangi SDN Contoh, Jumat (28/9) pagi, di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Wairotang Kecamatan Alok Timur. Semua ingin melihat tengkorak manusia yang ditemukan pada galian lubang toilet. Ternyata setelah Tim Identifikasi Polres Sikka menggali lagi disekitarnya, disimpulkan temuan itu merupakan tengkorak kepala babi.
Informasi tentang temuan tengkorak manusia, berawal dari penggalian lubang pembuangan oleh dua orang buruh bangunan. Kebetulan di sekolah itu sedang dibangun toilet. Penggalian dilakukan beberapa hari, dan terakhir sampai dengan Kamis (27/9) kemarin sekitar pukul 16.00 Wita. Penggalian terakhir itulah ditemukan beberapa potongan tengkorak yang menyerupai tengkorak manusia.
Pantauan media ini, pada dua potongan tengkorak, masih terlihat jelas gigi-gigi. Masing-masing bagian dengan 5 buah gigi yang berbentuk besar-besar. Sementara satu potongan tengkorak lainnya menyerupai kepala manusia. Potongan-potongan tengkorak ini disimpan dalam sebuah ember kecil.
Antonius Wara, salah seorang penggali menjelaskan tengkorak itu ditemukan di kedalaman sekitar 1,50 meter. Dia bersama Luis yang waktu itu menggali lubang pembuangan, langsung mengumpulkan potongan tengkorak pada sebuah ember. Keduanya kemudian melaporkan temuan tersebut kepada penjaga sekolah.
Jumat (28/9) pagi tadi penjaga sekolah melaporkan temuan ini ke Kepala SDN Contoh Maumere Maria Elisabeth Alce. Dari laporan ini Kepala SDN Contoh melaporan ke Pastor Paroki, namun diarahkan untuk menghubungi pihak kepolisian. Kemudian datanglah Tim Identifikasi Polres Sikka ke tempat kejadian perkara untuk menindaklanjuti.
Tim Identifikasi sempat membentang police line di sekitar lubang pembuangan. Sebelum melakukan penggalian lanjutan di sekitar lokasi temuan tengkorak, terlebih dahulu seorang tokoh adat Oscar Pareira Mandalangi diminta untuk melakukan ritus adat.
Kanit Identifikasi David Jeradu kemudian menggali lagi di sekitar lokasi temuan, untuk memastikan apakah masih ada tengkorak di sekitarnya. Setelah menggali kurang lebih 60 centimeter, David Jeradu menemukan lagi sebuah potongan tengkorak. Pada potongan tengkorak ini terdapat semacam taring. David Jeradu meyakini taring tersebut adalah taring babi. Dia pun berkesimpulan tengkorak-tengkorak yang ditemukan bukanlah tengkorak manusia, melainkan tengkorak kepala babi.
Dari informasi yang dihimpun media ini, lokasi tempat penggalian yang akan dijadikan lubang pembuangan, sebelumnya pernah menjadi rumah dinas kepala sekolah. Rumah dinas ini akhirnya roboh ketika tzunami melanda Kota Maumere pada tahun 1992.
Kemudian, beberapa tahun sesudahnya, seorang kepala sekolah memanfaatkan lahan kosong itu dengan membuat kandang babi. Diperkirakan saat itu kemungkinan pernah dikuburkan babi yang meninggal akibat penyakit. Tengkorak-tengkorak yang ditemukan dan menjadi heboh ini kemungkinan adalah tengkorak kepala babi yang dikuburkan di situ.*** (eny)