Maxi Ngga’a Bangga Terima Kartu Program Indonesia Pintar

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 14:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 29 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maximus Ngga’a, Siswa Kelas 2 SMP Negeri Maumere 3

Maximus Ngga’a, Siswa Kelas 2 SMP Negeri Maumere 3

Maumere-SuaraSikka.com: Wajah siswa SMP Negeri 3 Maumere itu tampak gembira dan sumringah di Gedung Sikka Convention Center (SCC), Sabtu (27/10). Maximus Ngga’a mengaku bangga menerima bantuan dana melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang hari itu diserahkan oleh anggota DPR Melchianus Markus Mekeng.
Siswa Kelas 2 ini berencana memanfaatkan dana sebesar Rp 700 ribu untuk membayar uang sekolah. Dia mengaku memiliki tunggakan biaya sekolah karena keterbatasan ekonomi. Orangtuanya sehari-hari bekerja sebagai petani. Dana PIP ini, kata dia, sangat bermanfaat bisa meringankan orangtua. Jika ada kelebihan, dia akan menggunakan untuk membeli perlengkapan sekolah.
Sebelumnya pada tahun lalu Maximus Ngga’a juga menerima dana dari program yang sama. Waktu itu dana yang diterima sebesar Rp 350.000. Dengan uang tersebut dia membeli kebutuhan sekolah seperti pakaian seragam, sepatu, buku tulis, dan perlengkapan tulis.
Setidaknya ada 650 pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, Sabtu (27/10) menerima bantuan PIP dalam bentuk Kartu ATM. Melchias Markus Mekeng menyerahkan secara simbolis kepada empat perwakilan pelajar.
Penyerahan secara simbolis ini disaksikan Anggota VI BPK RI H. Harry Azhar Azis, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago bapa, dan ratusan pelajar yang memadati Gedung SCC. Para pelajar penerima PIP langsung mencairkan dana melalui BRI Cabang Maumere dan BNI Cabang Maumere yang hari itu melayani khusus di halaman SCC.
PIP melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan satu agenda prioritas pembangunan dalam Nawacita yakni meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia. Program ini dalam bentuk pendanaan pendidikan yang ditujukan kepada peserta didik usia 6-21 tahun, yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin, di mana orangtuanya terdaftar sebagai pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Secara umum, anak didik yang menjadi sasaran program ini sebanyak 17,9 juta orang. Di Provinsi NTT jumlah pelajar penerima PIP sebanyak 469.252 pelajar. Sedangkan di Kabupaten Sikka penerima PIP berjumlah 25.796 pelajar di mana sudha dicairkan sebesar Rp 11.745.775.000, dan yang belum dicairkan sebsar Rp 2.603750.000.
Diharapkan PIP sebagai salah satu upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan bekal pendidikan dan keterampilan yang lebih baik.
Kehadiran Melcihas Markus Mekeng dan H. Harry Azhar Azis adalah dalam rangka memberikan sosialisasi PIP kepada para guru, pelajar, dan orangtua. Sinergisitas BPK dan DPR untuk mendorong pemerintah dalam pengelolaan dana PIP agar lebih efektif. Persoalannya karena dari hasil pemeriksaan BPK ditemukan penyaluran PIP kepada peserta didik tidka tepat sasaran, proses penyaluran tidak sesuai ketentuan, dan dana PIP belum sepenuhnya tersalur kepada penerima tetapi justeru di rekening bank penampungan.*** (eny)
Baca Juga :  Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!

Berita Terkait

Kondisi Sikka Saat Ini, Simak Konflik Pendapat Mahasiswa Hukum Unipa Maumere
Komitmen Perjuangan Partai Golkar Sikka untuk Guru, Bertindak Lokal, Berpikir Nasional
837 Orang Muda Katolik dari 9 Keuskupan, Ramaikan Nusra Youth Day III di Maumere
Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi
Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!
Selvin Ratu Ludji, Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Tembus Level Propinsi OSN Bidang IPS
Polres Sikka Bantah Tudingan Oknum Polisi Minta Uang Tebusan BBM
Sebut Gubernur NTT Malas, PMKRI Maumere Soroti Kebijakan Larangan Penggunaan BBM Bersubsidi

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:04 WITA

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:33 WITA

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31 WITA

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:38 WITA

PSG Juara Liga Champions 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memberikqn keterangan kepada wartawan usai menggelar Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025, Kamis (2/7)

Nasional

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Kamis, 2 Jul 2026 - 17:04 WITA