Guru Muslim Ini Betah Berkarya di Sekolah Katolik

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 7 November 2018 - 16:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 164 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Glewo Suyanto (kacamata) pose bersama dua Frater Bunda hati Kudus dan seorang guru SMPK Frater Maumere

Glewo Suyanto (kacamata) pose bersama dua Frater Bunda hati Kudus dan seorang guru SMPK Frater Maumere

Maumere-SuaraSikka.com: Menjadi guru merupakan panggilan mulia dan memiliki tugas kenabian yang sangat luhur. Ini yang dialami Glewo Suyanto, seorang guru komputer di SMPK Frater Maumere. Meski berlatarbelakang Muslim, dia justeru betah berkarya di sekolah Katolik. Dia menjadi satu-satunya guru Muslim yang mengabdi pada sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Mardi Wiyata Frateran Bunda Hati Kudus (BHK).
Glewo Suyanto yang biasa dipanggil Anto oleh rekan-rekan guru, karyawan maupun anak didik, sudah mengajar di SMPK Frater Maumere sejak tahun 2004. Jebolan Universitas Jember tahun 1989 ini sama sekali tidak merasa sebagai minoritas. Justeru dia mampu berbaur dengan sangat baik. Apalagi lingkungan BHK memperlakukan dia sebagai seorang guru yang profesional dan penganut Muslim yang toleran.
Karena itu tidak heran jika laki-laki kelahiran Surabaya ini, tidak tampak canggung, grogi, atau minder berada di lingkungan sekolah Katolik. Justeru SMPK Frater Maumere dianggapnya sebagai rumah kedua, yang selalu memberikan dia rasa nyaman dan tenteram dalam seluruh tugas dan abdinya, baik untuk kepentingan pendidikan, maupun urusan sosial kemasyarakatan.
“Saya merasakan betapa tingginya toleransi dan saling menghormati di sekolah ini, juga di daerah ini, Maumere secara khusus dan NTT secara umum. Karena itu saya selalu bilang NTT itu artinya Nusa Terindah Toleransinya. Saya merasa sangat nyaman sekali di sini,” ungkap suami Indrianing Tyas ini.
Di SMPK Frater Maumere, di rumah keduanya, Glewo Suyanto merasakan toleransi itu. Setiap hari Jumad misalnya, ketika dia dalam kesibukan tugas, sering kali dia diingatkan rekan-rekan guru untuk tidak lupa melaksanakan sholat. Glewo Suyanto mengaku merasa terharu dengan tingginya perhatian rekan-rekan guru yang semuanya beragama Katolik.
Seorang rekan guru bernama Thomas Tungga punya penilaian khusus terhadap ayah tiga anak ini. Setiap hari pada saat doa pagi di halaman tengah sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar, Glewo Suyanto tidak pernah absen. Saat semua berdoa secara Katolik, Glewo Suyanto juga ikut berdoa secara Muslim. Dan uniknya, dia sering mengambil sikap doa dengan tangan terkatup sebagaimana layaknya penganut Katolik.
“Kalau doa pagi, Pa Anto biasanya katupkan tangan. Orang yang baru pertama kali mengenal, pasti berpikir dia ini agama Katolik,” kesan Thomas Tungga, jebolan STFK Ledalero.
Glewo Suyanto bersama keluarga sudah 14 tahun tinggal di Kota Maumere. Dia merasakan indahnya hidup dalam pesaudaraan dan kekeluargaan pada daerah yang mayoritas umat beragama Katolik. Bagi dia sikap toleransi yang dia alami selama ini di Maumere harus terus ditingkatkan dan dibina dari hari ke hari.*** (yuv)
Baca Juga :  49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru