Dipanggil Jadi Saksi, Bandar RT Mangkir
Dibaca 16 kali
Aksi demonstrasi PMKRI Maumere yang menuntut Polres Sikka segera menangkap bandar-bandar judi kupon putih di Kabupaten Sikka, Selasa (18/12)
Maumere-SuaraSikka.com: Penyidik Polres Sikka telah memanggil seseorang bernama RT, yang disebut-sebut sebagai bandar judi togel atau kupon putih (KP) di Kabupaten Sikka. RT dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi. Namun pada panggilan pertama RT tidak datang alias mangkir.
Nama RT disebut oleh seorang pengepul berinitial WW yang ditangkap di Kecamatan Koting pada Rabu pekan lalu. Tidak hanya itu, RT juga disebut namanya sebagai bandar oleh penjual KP di Hoder Kecamatan Waigete, dan dua orang pelaku judi KP di Bolawolon Kecamatan Kangae.Ketiga orang ini ditangkap di wilayah masing-masing pada Sabtu (15/12).
Untuk melakukan pengembangan, penyidik telah melayangkan surat panggilan kepada RT. Yang bersangkutan diminta hadir untuk memberikan keterangan pada Senin (17/12). Penyidik menunggu kedatangannya, namun ternyata RT tidak mengindahkan panggilan penyidik.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang melalui Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Heffri Dwi Irawan, Selasa (18/12), menjelaskan karena tidak memenuhi panggilan penyidik, maka Polres Sikka akan melayangkan panggilan kedua. Rencananya surat panggilan kedua akan disampaikan pada Rabu (19/12) hari ini.
Ditanya seperti apa sikap penyidik jika RT kembali tidak memenuhi panggilan yang kedua, Heffri Dwi Irawan menjawab RT dipanggil hanya sebagai saksi. Namun dia berharap RT bisa kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik.
“Yah kita berdoa saja semoga dia muncul,” jawab singkat Heffri Dwi Irawan yang ditemui di ruangan kerja Kapolres Sikka.
Sebagaimana diketahui aparat kepolisian gencar melakukan penangkapan terhadap pihak-pihak yang terlibat aktifitas judi (KP) di Kabupaten Sikka. Dalam waktu empat hari, polisi meringkus 7 orang yang adalah penjual, pengecer, pengepul, dan perekap KP. Satu di antaranya seorang perempuan sudah dipulangkan karena tidak cukup bukti.
Penangkapan pelaku judi KP ini mendapat apresiasi dari berbagai elemen aktifis mahasiswa seperti GMNI Sikka dan PMKRI Maumere. Namun mereka kecewa karena aparat keamanan sama sekali belum menyentuh bandar-bandar yang justeru menggerakan judi ilegal ini. PMKRI Maumere malah menduga Kapolres Sikka telah memback-up judi KP, karena tidak mampu menangkap bandar-bandar KP yang masih berkeliaran bebas menjalankan usaha ilegal tersebut.*** (eny)