RT Belum Disentuh, Kapolres Sikka Alasan Alat Bukti Belum Cukup

0
153
RT Belum Disentuh, Kapolres Sikka Alasan Alat Bukti Belum Cukup
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang
Maumere-SuaraSikka.com: Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang hingga sekarang belum berani menyentuh RT, seorang bandar judi togel atau kupon putih (KP) di Kabupaten Sikka. Dia beralasan polisi belum memiliki alat bukti yang cukup untuk mengamankan RT.
Nama RT sebagai bandar judi KP disebut-sebut oleh WW, seorang pengepul yang ditangkap Rabu (12/12) di Kecamatan Koting. Menurut Rickson Situmorang, baru satu saksi yang menyebutkan nama RT, karena itu pihaknya masih terus mencari alat bukti lain.
“Kalau ada yang sebut nama itu baru saksi, baru satu saksi, sementara saksi itu harus dua, terus alat bukti yang lain harus dua. Sesuai Keputusan MK Tahun 2014, penetapan tersangka itu harus dua alat bukti, dengan saksi juga harus dua,” jelas Rickson Situmorang di Mapolres Sikka, Senin (17/12).
Selain WW, nama RT juga disebut oleh seorang penjual KP di Hoder Kecamatan Waigete, dan dua orang pelaku judi KP di Bolawolon Kecamatan Kangae. Ketiga orang ini ditangkap di wilayah masing-masing pada Sabtu (15/12). Polisi mencari seorang pengepul di Bolawolon, yang saat penggebrekan sedang tidak ada di rumah.
Polisi menyita sebuah handphone milik penjual KP di Hoder. Didalam handphone tersebut terdapat percakapan antara penjual di Hoder dengan pengepul di Bolawolon yang mengarah bahwa mereka menyetor ke RT. Namun menurut Rickson Situmorang tidak bisa disebut sebagai alat bukti.
Ketika ditanya tentang apa alat bukti yang dipakai aparat kepolisian sehingga bisa menangkap WW, Rickson Situmorang mengatakan WW ditangkap tangan. Wartawan menanyakan kenapa aparat kepolisian tidak langsung menangkap RT malam itu setelah mendapat informasi dari WW, Rickson Situmorang malah menjelaskan tentang ilmu penyelidikan.
“Inilah kalau kalian yang punya ilmu pengetahuan tentang penyelidikan, saya mau ngomong apa. Ilmu penyelidikan tidak segampang yang kamu sampaikan begitu. Saya mau jelaskan bagaimana penyidikan ini. Tertangkap tangan di KUHP itu beda,” papar dia.
Sebagaimana diketahui aparat kepolisian dalam beberapa hari menangkap 7 orang yang terlibat dalam permainan judi KP. Mereka yang ditangkap adalah para penjual, pengecer, dan pengepul. Sejumlah elemen masyarakat memberikan apresiasi atas kinerja Polres Sikka. Namun mereka kecewa karena aparat kepolisian belum berhasil menangkap bandar KP yang justeru menggerakkan usaha ilegal ini terus berlangsung.
PMKRI Maumere yang melakukan aksi demonstrasi pada Senin (17/12), menduga Kapolres Sikka telah memback-up judi KP di Kabupaten Sikka. Bahkan Kapolres Sikka diduga telah menerima upeti dari bandar. Terkait tudingan ini, Rickson Situmorang tidak menanggapinya, tetapi malah meminta wartawan langusng bertanya kepada pihak-pihak yang telah menyampaikan pernyataan tersebut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini