Polisi Siap Lidik Dugaan Mark Up Tunjangan di DPRD Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 29 Desember 2018 - 17:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 23 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang

Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang

Maumere-SuaraSikka.com: Dugaan mark up tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi tahun 2018 bagi anggota DPRD Sikka, sepertinya akan masuk babak baru. Polisi siap melakukan penyelidikan jika ada yang melaporkan kasus tersebut disertai bukti-bukti.
Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang mengaku belum mendengar infornasi terkait dugaan mark up tunjangan bagi anggota DPRD Sikka. Dia mengatakan belum mendapat laporan, termasuk belum mengetahui dugaan mark up yang dimaksudkan itu seperti apa.
“Saya belum tahu, belum ada laporan. Kalau ada laporan nanti kita akan lihat dugaannya seperti apa,” jelas Rickson Situmorang kepada pawa wartawan di ruangan kerjanya, Sabtu (28/12).

Berita Terkait:

Baca Juga :  Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sementara itu informasi yang diterima media ini, Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Sikka kini sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) untuk mengungkap ada tidaknya tindak pidana korupsi terkait tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi yang melibatkan 32 anggota DPRD Sikka.
Dugaan marku up ini terkuat setelah disampaikan secara terbuka oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong kepada wartawan di Capa Resort, Kamis (19/12). Dia mengaku teleh memeriksa Peraturan Bupati Sikka yang lama, dan ada indikasi terjadi mark up. Sesuai hasil survei harga pasar, mestinya tunjangan perumahan dibayarkan Rp 6 juta perbulan peranggota, namun terjadi persekongkolan berdasarkan risalah DPRD sehingga dibayarkan Rp 10 juta perbulan perangggota.
“Mereka mau sama seperti sekarang, Rp 10 juta. Tetapi setelah saya periksa Perbup Bupati yang lama, itu kesalahan. Itu sudah indikasi mark up. Karena hasil survei tahun lalu pun itu Rp 6 juta, tapi mereka menetapkan Rp 10 juta, dengan dasarnya risalah DPRD. Jadi ini persekongkolan,” ujar Robby Idong blak-blakan.
Kisruh perbedaan pendapat antara pemerintah dan DPRD setempat terkait tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi telah memicu belum ditetapkannya APBD Sikka Tahun 2019. Sudah dua kali digelar rapat konsultasi antara Pimpinan DPRD, Ketua Fraksi dan Bupati Sikka, namun sepertinya beda pendapat ini belum mencair.
Sampai dengan hari ini, Sabtu (29/12), dua hari menjelang akhir tahun 2018, APBD Sikka 2019 belum juga ditetapkan. Informasi yang dihimpun media ini, sepertinya penetapan dijadwalkan pada Senin (31/12) pagi.*** (eny)

Berita Terkait

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi
Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat
Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo
Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura
Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar
PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT
Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA