Tidak Tahan Dianiaya, Seorang Istri Seret Suaminya ke Polisi

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 9 Januari 2019 - 16:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 26 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YM, korban kekerasan dalam rumah tangga sedang melaporkan suaminya di SPKT Polres Sikka, Rabu (9/1) siang

YM, korban kekerasan dalam rumah tangga sedang melaporkan suaminya di SPKT Polres Sikka, Rabu (9/1) siang

Maumere-SuaraSikka.com: YM, perempuan 31 tahun mendatangi SPKT Polres Sikka, Rabu (9/1) siang. Dia membawa serta dua orang anak laki-lakinya, berusia 8 tahun dan 2 tahun. Perempuan ini nekad menyeret suaminya, KY, 31 tahun, ke polisi karena sudah tidak tahan dianiaya terus-menerus.
Dia mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sejak anak pertamanya baru berusia 5 bulan. Penganianyaan terus terjadi dan semakin menjadi-jadi. Hingga yang terakhir dia alami pada Selasa (8/1) malam, di rumah kontrakan mereka di Jalan Lamtoro Centrum Kelurahan Nangameting Kecmatan Alok Timur Kabupaten Sikka Propinsi NTT.
“Saya sidah tidak tahan lagi. Biar kami dua pisah saja. Makanya saya lapor ke polisi supaya dia diproses hukum, dipenjara. Biar anak dua ini saya yang urus,” ujar YM di SPKT Polres Sikka sambil menggendong anak bungsunya.
YM mengatakan tidak ada masalah yang serius antara dia dan suaminya yang seorang tukang ojek. Tapi suaminya selalu mencari-cari alasan dari hal yang kecil-kecil. Misalnya soal waktu makan yang terlambat, atau kalau anak lagi dalam keadaan sakit.
“Tadi malam dia pulang ojek, lalu ajak ke kampungnya karena katanya anak kami yang sulung sakit. Saya bilang ini sudah malam, besok pagi saja, sekalian bawa ke Puskesmas. Dia langsung pukul saya punya kepala, dan terus-menerus tempeleng dua pipi saya,” cerita YM.
Mengalami tindakan tesebut, perempuan ini lalu menghindar dengan keluar dari rumah. Dia kuatir suaminya berbuat hal yang lebih keji lagi. Namun KY justeru mengejar YM dan menarik masuknya ke dalam rumah, lalu kembali menganiaya.
YM akhirnya mengambil sikap lari dari rumah dan langsung menuju Sekretariat TruK (Tim Relawan untuk Kemanusiaan) di Jalan Ahmad Yani, tidak jauh dari rumah kontrkannya. Dia menginformasikan kejadian yang dia alami selama kurang lebih 11 tahun hidup berumah tangga dengan suaminya.
Menurut YM, sewaktu masih tinggal bersama orang tua KY di Desa Teka Iku Kecamatan Kangae, tindakan penganiayan sudah sering dilakukan. Dia sudah beberapa kali mengadu ke kantor desa, dan pihak desa kemudian menyelesaikan dengan meminta KY membuat pernyataan tertulis.
Bukannya insaf, tapi KY terus melakukan penganiayaan. Pemerintah desa pun akhirnya angkat tangan dan menyarankan jika terjadi lagi langsung ke kantor polisi. YM juga pernah melaporkan tindakan penganiayaan suaminya ke Polsek Kewapante. Tapi surat pernyataan dan mediasi damai belum bisa memhentikan perilaku KY terhadap istrinya.
“Sudah terlalu sering dia aniaya saya. Di Desember tahun lalu sekitar 4-5 kali. Dia pukul badan, kepala, dan tempeleng. Bahkan pernah dia mau bunuh saya. Terus terang, saya sudah tidak tahan lagi. Lebih baik dia dipenjara, biar saya hidup tenang,” ujar YM yang sehari-hari bekerja sebagai pengrajin tenun ikat.
Seorang saksi mata yang mendampingi YM di SPKT Polres Sikka mengaku sudah terlalu sering melihat YM dianiaya suaminya. Dia merasa kasihan dengan YM karena mengalami perlakukan yang tidak terpuji dari suami sendiri. Ketika YM hendak melapor ke polisi, dan meminta dia menjadi saksi, dia pun ikut untuk memberikan keterangan. Selain saksi mata ini, YM juga didampingi seorang staf TruK.
Hingga siang tadi belum diketahui apalah polisi sudah menjemput KY atau belum. Informasi dari YM, usai menganiaya, sang suami membawa seluruh pakaiannya. Diperkirakan dia mengevakuasi diri di rumah orang tuanya di Desa Teka Iku.*** (eny)
Baca Juga :  Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!

Berita Terkait

Kondisi Sikka Saat Ini, Simak Konflik Pendapat Mahasiswa Hukum Unipa Maumere
Komitmen Perjuangan Partai Golkar Sikka untuk Guru, Bertindak Lokal, Berpikir Nasional
837 Orang Muda Katolik dari 9 Keuskupan, Ramaikan Nusra Youth Day III di Maumere
Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi
Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!
Selvin Ratu Ludji, Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Tembus Level Propinsi OSN Bidang IPS
Polres Sikka Bantah Tudingan Oknum Polisi Minta Uang Tebusan BBM
Sebut Gubernur NTT Malas, PMKRI Maumere Soroti Kebijakan Larangan Penggunaan BBM Bersubsidi

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:04 WITA

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:33 WITA

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31 WITA

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:38 WITA

PSG Juara Liga Champions 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memberikqn keterangan kepada wartawan usai menggelar Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025, Kamis (2/7)

Nasional

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Kamis, 2 Jul 2026 - 17:04 WITA