Belum Ada Satu Pun Pejabat Pemprop NTT Turun ke Kolisia
Dibaca 28 kali
Akibat jalan putus, masyarakat terpaksa menyeberangi Kali Dagemage di Desa Kolisia Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka, Jumat (18/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Dua jembatan putus akibat banjir bandang, Kamis (17/1), di Desa Kolisia Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Jalur jalan di mana terdapat dua jembatan tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Propinsi NTT. Namun pasca bencana, belum ada satu pun pejabat Pemprop NTT yang turun ke Kolisia.
Dua jembatan itu adalah Jembatan Dagemage dan Jembatan Magerepu, yang jaraknya hanya berkisar 100 meter. Jembatan Dagemage sebelumnya sudah mengalami masalah sejak Desember 2017. Dan itu pun tidak ada perhatian serius dari Pemprop NTT, terutama instansi teknis. Bahkan sejak Jembatan Dagemage putus dan kemudian dibangun jembatan darurat, instansi teknis Pemprov NTT sama sekali tidak kelihatan di lokasi bencana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka Thomas Agustinus Lameng yang ditemui di Kolisia, Jumat (18/1), menjelaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PU NTT. Menurut dia rencananya Tim Monev PU NTT baru akan turun pada minggu depan. Dia tidak menjelaskan kenapa lambannya perhatian Pemprov NTT terhadap masalah ini.
Berita Terkait:
Putusnya dua jembatan di Kolisia ini mengakibatkan jalur pantai utara (pantura) lumpuh total. Kendaraan roda empat dan selebihnya, praktis hanya bisa beroperasi hingga ujung jalan yang putus. Padahal jalur pantura ini menghubungkan 8 kabupaten di Pulau Flores, yakni Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Sementara kendaraan roda dua masih bisa melewati jalan alternatif yang dibuka warga masyarakat setempat. Jalan alternatif ini melintasi Kali Dagemage, kurang lebih 100 meter ke arah utara dari lokasi Jembatan Dagemage. Itu pun jalan alternatif ini bisa difungsikan jika debit air tidak terlalu besar.
Boy, salah seorang warga Nangarasong Desa Kolisia menyesalkan sikap lamban Pemprop NTT yang tidak tanggap terhadap bencana yang sedang terjadi. Dia mengaku kecewa karena tidak ada perhatian serius dari Pemprop NTT sejak bencana banjir bandang yang berakibat kepada putusnya Jembatan Dagemage.
“Waktu Jembatan Dagemage sedang bermasalah, kan pernah Gubernur ke Maumere, Wakil Gubernur juga pernah datang. Tapi anehnya mereka tidak pernah datang lihat kondisi di sini. Sebagai pejabat mestinya mereka peka dengan kondisi yang terjadi,” kritik Boy.
Sejak Jumat (18/1) petang, Dinas PUPR Sikka tengah berupaya melakukan penanganan darurat di Jembatan Magerepu. Jembatan ini hanyut terbawa banjir bandang, yang mengakibatkan badan jalan pun putus terbelah jadi dua.
Sebuah alat berat dikerahkan untuk membuka jalan alternatif guna melancarkan kembali tranportasi melalui pantura. Rencananya Dinas PUPR akan membangun jembatan darurat dengan menggunakan gelagar. Pantauan media ini kemarin, beberapa batang gelagar yang panjangnya 12 meter sudah disiagakan di sekitar lokasi putusnya jalan.*** (eny)