Pokja, PPK, dan KTU TC Hillers Dituding Sekongkol Proyek IGD Rp 41 Miliar

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 17 Juni 2019 - 16:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 46 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ferdinandus Sedu, karyawan PT Sahabat Karya Sejati

Ferdinandus Sedu, karyawan PT Sahabat Karya Sejati

Maumere-SuaraSikka.com: PT Sahabat Karya Sejati gagal memenangkan lelang proyek Pembangunan Gedung Instalasi Gawat Darurat RSUD TC Hillers Maumere senilai Rp 41.887.093.786. Perusahaan ini pun mengadu ke Bupati Sikka dan DPRD Sikka, dan menuding Pokja, PPK dan KTU rumah sakit melakukan persekongkolan jahat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Putu Botha menanggapi santai pengaduan kontraktor pelaksana. Reaksi yang sama pun datang dari Kepala Bagian Tata Usaha RSUD TC Hillers Maumere Vinsensius Mosa. Keduanya ditemui di Gedung DPRD Sikka, Senin (17/6), usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Sikka. Sementara itu Pokja 14 belum sempat dikonfirmasi.
Pengaduan PT Sahabat Karya Sejati dilayangkan Direktur Utama Syaifuddin melalui surat tertulis pada pekan lalu. Proyek ini sementara dalam proses pembuktian kualifkasi dan penetapan pemenang. Rekanan berpendapat dalam tahapan pelaksanaan lelang terkesan Pokja melakukan pelanggaran dan memihak ada salah satu rekanan.
Syaifuddin menguraikan setelah pembukaan dokumen penawaran pada 24 Mei 2019, Pokja melakukan konfirmasi verifikasi kepada distributor pada tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga. Konfirmasi hanya dilakukan pada satu rekanan saja pada 26-29 Mei 2019. Padahal, dalam dokumen pemilihan, evaluasi teknis wajib dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi.
Kondisi ini melahirkan dugaan, yang mana terkesan Pokja telah menjadwalkan keberangkatan sebelum tahapan pembukaan dokumen penawaran. Karena jika dilakukan hanya untuk satu rekanan saja, maka tahapan pembuktian kualifikasi dijadwalkan pada 10 Juni 2019.
“Sangat mengherankan, bagaimana mungkin Pokja telah mengetahui distributor untuk pekerjaan proyek ini sebelum dokumen dibuka dan diperiksa. Padahal distributor baru dapat diketahui setelah dokumen dibuka atau dievaluasi,” tulis Syaifuddin.
Dugaan ini makin menguat, setelah rekanan ini mendapat informasi melalui media sosial bahwa Pokja melakukan kunjungan ke Bandung, Jawa Barat, bersama PPK dan KTU RSUD TC Hillers Maumere. Hemat Syaifuddin, hal tersebut sangat bertentangan dengan tugas dan tanggung jawab Pokja, PPK, dan KTU RSD TC Hillers Maumere.
“Terkesan mereka telah melakukan persekongkolan jahat dalam kegiatan lelang. Kami mohon pihak berwajib dapat menelusuri hal ini,” pinta Syaifuddin.
Dari surat pengaduannya, Syaifuddin menganggap Pokja tidak bekerja sesuai prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa yaitu terbuka, bersaing, adil dan akuntabel. Dia menilai Pokja telah memihak kepada rekanan tertentu dan melakukan pemufakatan jahat.
Ferdinandus Sedu, karyawan PT Sahabat Karya Sejati yang ditemui di Gedung DPRD Sikka, Senin (17/6), menjelaskan pihaknya tidak melakukan sanggah atas keputusan pemenang. Jalan yang ditempuh yakni melakukan pengaduan proses pelelangan. Dari pengaduan ini diharapkan Bupati Sikka dan DPRD Sikka melakukan intervensi untuk membatalkan penetapan pemenang.
DPRD Sikka telah menggelar RDP untuk mendengarkan keterangan dari masing-masing pihak. RDP hanya berlangsung kurang lebih setengah jam, karena Syaifuddin selaku Direktur Utama tidak memenuhi undangan. Dia hanya diwakili Ferdinandus Sedu. Sementara dari Pokja dan PPK hadir lengkap, ditambah Direktur RSUD TC Hillers Clara Francis.
Forum RPD DPRD Sikka mendesak rekanan menghadirkan Direktur Utama yang telah melakukan pengaduan resmi. Karena itu RDP dihentikan sementara, dan akan dijadwalkan ulang.*** (eny)
Baca Juga :  Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan

Berita Terkait

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WITA

Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:42 WITA

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA