Maumere-SuaraSikka.com: Berto Tjeme, Pokja yang dicaci-maki seorang PNS calo proyek di Kabupaten Sikka, memastikan bakal melapor persoalan ini ke Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Dia masih menunggu Bupati Sikka yang sementara ini masih berada di luar daerah.
Kepada wartawan di Kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UNPBJ), Selasa (18/6), Berto Tjeme menceritakan bagaimana perilaku premanisme PNS calo proyek terhadap dia. Gaya preman PNS calo proyek itu dipicu oleh Paket Jasa Konsultasi Pengawasan Pekerjaan Instalasi Gawat Darurat RSUD TC Hillers Maumere senilai Rp 1.745.295.574.
Kepala Sub Bagian Layanan Pengadaan pada Bagian Pembangunan Setda Sikka ini mengatakan siap memenuhi panggilan Bupati Sikka untuk menjelaskan duduk persoalan yang mengakibatkan dia mendapat makian, tekanan dan intimidasi dari PNS calo proyek.
Lebih dari itu, kata dia, sebenarnya dia sendiri sudah jauh-jauh hari berinisiatif bertemu Bupati Sikka untuk menyampaikan tekanan yang sedang dia hadapi. Selain itu, dia juga ingin menyampaikan untuk dipindahtugaskan ke tempat lain, misalnya di kantor kecamatan. Dia mengaku ingin mendapatkan suasana kerja yang baru dan menyegarkan.
“Kalau Pa Bupati panggil, saya siap memberikan keterangan. Sebenarnya sudah lama saya ingin bertemu Bupati,” ujar Berto Tjeme.
Kasus PNS calo proyek yang mencaci-maki dan mengancam akan memindahkan Berto Tjeme terungkap melalui rekaman percakapan antara keduanya dalam durasi 1 menit 29 detik. Dalam percakapan tersebut, PNS calo proyek mengeluarkan kata-kata caci-maki yang tidak manusiawi. Dia juga menantang Berto Tjeme untuk melaporkan tindakan ancaman yang dia lakukan.*** (eny)