Buang da Cunha Pastikan PNS Calo Proyek Staf Satpol PP dan Damkar

0
486
Buang da Cunha Pastikan PNS Calo Proyek Staf Satpol PP dan Damkar
Sekretaris Satpol PP Adeodatus Buang da Cunha
Maumere-SuaraSikka.com: Sekretaris Satpol PP dan Damkar Adeodatus Buang da Cunha memastikan PNS calo proyek yang lagi santer dibicarakan di Kabupaten Sikka merupakan staf pada Satpol PP dan Damkar. Dia menyampaikan itu kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (19/6).
“Kami sudah telusuri, dan benar ternyata staf di sini.  Saya sudah panggil dia, dan menanyakan masalah ini. Dia akui bahwa rekaman percakapan itu adalah suaranya dia,” ujar Adeodatus Buang da Cunha.
Adeodatus Buang da Cunha mengatakan dia menanyakan banyak hal kepada PNS calo proyek terkait persoalan ini. Hanya saja,katanya, pendekatan yang dia lakukan terbatas pada hubungan atasan dan bawahan. Dia tidak bisa melakukan interview yang lebih jauh karena Bupati Sikka telah memerintahkan Inspektorat Kabupaten Sikka untuk menangani persoalan ini.
Dari keterangan PNS calo proyek, Adeodatus Buang da Cunha mengatakan yang bersangkutan kecewa karena Berto Tjeme memenangkan PT Sangkuriang.
Sebenarnya wartawan sudah mengetahui identitas PNS calo proyek yang mencaci-maki, mengancam, dan mengintimidasi Ketua Pokja 7 Berto Tjeme. Hanya saja PNS calo proyek ini sulit sekali ditemui. Beberapa kali wartawan ke Kantor Satpol PP dan Damkar, tetapi yang bersangkutan selalu tidak berada di kantor.
Sebagaimana diberitakan, PNS calo proyek diketahui mencaci-maki, mengancam dan mengintimidasi Berto Tjeme, Ketua Pokja 7 yang memroses pelelangan Paket Jasa Konsultasi Pengawasan Pekerjaan Instalasi Gawat Darurat RSUD TC Hillers Maumere senilai Rp 1.745.295.574. Pokja 7 memenangkan PT Sangkuriang yang berkedudukan di Bandung Jawa Barat.
Ternyata keputusan Pokja 7 mendapat reaksi dari PNS calo proyek. Dia lalu menelepon Berto Tjeme dan secara kasar membabibuta, kemudian mencaci-maki, mengancam serta mengintimidasi. Percakapan antara keduanya ternyata terekam, dan kemudian beredar luas di media sosial.
Gaya premanisme itu dipicu lantaran PT Andalan Mitra Wahana yang dijagokan PNS calo proyek ini kalah lelang. Jauh sebelum itu, ketika proses lelang ini sedang berlangsung, PNS calo proyek ini sudah beberapa kali menghubungi Berto Tjeme untuk mengajak kerja sama memenangkan PT Andalan Mitra Wahana.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini