Inspektorat Akan Periksa PNS Calo Proyek

0
364
Inspektorat Akan Periksa PNS Calo Proyek
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo
Maumere-SuaraSikka.com: Inspektorat Kabupaten Sikka akan memeriksa PNS calo proyek yang telah mencaci-maki, mengancam dan mengintimidasi Pokja 7 dalam kaitan dengan lelang proyek. Rencananya pemeriksaan akan mulai dilakukan pada pekan depan.
Inspektur Kabupaten Sikka Robby da Silva yang ditemui di Kantor Bupati Sikka, Rabu (19/6) mengaku pemeriksaan dilakukan berdasarkan perintah dari Bupati Sikka.
“Ini atas perintah Bupati Sikka pada rapat kemarin (dua hari lalu, Red). Kami akan tindaklanjuti,” jelas Robby da Silva.
Atas perintah Bupati sikka, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan koordinadi dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD PSDM) Kabupaten Sikka. Koordinasi ini terkait regulasi dan hal-hal teknis lainnya.
Langkah selanjutnya yakni akan dibentuk Tim Pemeriksa, yang mana tim ini terdiri dari Inspektorat dan BKD PSDM. Rencananya Tim Pemeriksa dibentuk pada Senin pekan depan, dan langsung menjalankan tugas pemeriksaan. Pembentukan Tim Pemeriksa baru dilakukan Senin pekan depan, karena dalam beberapa hari ini Inspektur hars mendampingi Bupati Sikka ke Kupang untuk tugas kedinasan.
Robby da Silva menjelaskan pada awalnya Tim Pemeriksa akan meminta keterangan dari Berto Tjeme selaku korban dari kasus yang sedang menjadi perhatian publik ini. Selain Berto Tjeme, Tim Pemeriksa juga akan meminta keterangan dari anggota Pokja 7.
“Dari keterangan korban dan angota Pokja 7, jika Tim Pemeriksa meyakini bahwa peristwa terebut benar, maka kita akan panggil PNS pelaku,” ungkap dia.
Rupanya rencana pemeriksaan berlangsung lebih cepat. Berto Tjeme, Ketia Pokja 7 yang dikonformasi di ruangan kerjanya, Kamis (20/6), mengaku telah diperiksa oleh Tim Pemeriksa. Dia tidak mau memberitahukan keterangan apa saja yang disampaikan kepada Tim Pemeriksa. Dia meminta wartawan untuk langsung menanyakan kepada Inspektorat Kabupaten Sikka.
“Saya sudah diperiksa, bagaimana hasilnya silakan langsung bertanya kepada Inspektur. Saya tidka punya kewenangan untuk memberikan penjelasan,” ujat dia.
Sebagaimana diketahui, Bupati Sikka Fransiksus Roberto Diogo atau Robby Idong sudah memerintahkan Inspektorat setempat untuk memeriksa PNS yang telah mencoreng harkat dan martabat daerah.
“Saya sudah minta Inspektur untuk periksa, dan segera melaporkan hasil pemeriksaan kepada saya,” ujar Bupati Sikka kepada wartawan di Kantor Bupati Sikka, Rabu (19/6).
PNS calo proyek diketahui mencaci-maki, mengancam dan mengintimidasi Berto Tjeme, Ketua Pokja 7 yang memroses pelelangan Paket Jasa Konsultasi Pengawasan Pekerjaan Instalasi Gawat Darurat RSUD TC Hillers Maumere senilai Rp 1.745.295.574. Pokja 7 memenangkan PT Sangkuriang yang berkedudukan di Bandung Jawa Barat.
Ternyata keputusan Pokja 7 mendapat reaksi dari PNS calo proyek. Dia lalu menelepon Berto Tjeme dan secara kasar membabibuta, kemudian mencaci-maki, mengancam serta mengintimidasi. Percakapan antara keduanya ternyata terekam, dan kemudian beredar luas di media sosial.
Gaya premanisme itu dipicu lantaran PT Andalan Mitra Wahana yang dijagokan PNS calo proyek ini kalah lelang. Jauh sebelum itu, ketika proses lelang ini sedang berlangsung, PNS calo proyek ini sudah beberapa kali menghubungi Berto Tjeme untuk mengajak kerja sama memenangkan PT Andalan Mitra Wahana.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini