Libatkan Perusahaan Ilegal, Dian Dado Somasi Nindya Karya

0
70
Libatkan Perusahaan Ilegal, Dian Dado Somasi Nindya Karya
Meridian Dewanta Dado, Koodinator TPDI NTT
Maumere-SuaraSikka.com: Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wikayah NTT (TPDI NTT) Meridian Dewanta Dado, Kamis (20/6), melayangkan surat somasi kepada PT Nindya Karya (NK). Somasi ini berkaitan dengan pekerjaan Pembangunan Bendungan Napung Gete di Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka Propinsi TT.
Substansi dari somasi yakni memberikan peringatan kepada NK agar segera menghentikan kerja sama pendropingan material pasir dan batu (Galian C) dengan PT Bumi Indah. Alasan utamanya karena Bumi Indah terindikasi bukan sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau izin-izin lainnya sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerail dan Batubara.
“Sebagai warga masyarakat dan pengacara, saya sudah melakukan somasi kepada NK. Ini semata untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum dalam pelaskanaan proses pembangunan di negeri ini,” ujar Meridian Dewanta Dado kepada media ini.
Dia mengatakan pertambangan material pasir dan batu wajib dikelola dengan berazaskan pada partisipasi, transpransi dan akuntabilitas publik serta berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Karena itu dia mendesak NK untuk membuktikan bahwa pekerjaan pembangunan Bendungan Napung Gete tidak terdiri dari konstruksi bangunan yang merupakan hasil pertambangan material secara ilegal.
Dia menambahkan bahwa langkah somasi sebagai tindakan awal, sebelum dia mengambil langkah-langkah hukum selanjutnya dengan melaporkan kepada aparatur penegak hukum yang berwenang, kementerian terkait hingga Presiden Joko Widodo.
Pengacara yang berpraktik di Maumere ini berharap NK segera menindaklanjuti somasi yang dia lakukan sebagai salah satu dukungan kepada Program Nawacita berupa membanguan Indonesia dari pinggiran.
Terhadap persoalan ini, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Sikka, Jumat (21/6), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka Yunida Polo menegaskan bahwa PT Bumi Indah belum mengantongi IUP. Pihaknya sudah berbicara dengan manajemen perusahaan ini untuk menghentikan penumpukan material di wilayah Desa Wairterang Kecamatan Waigete.
Terembus kabar, aktifitas PT Bumi Indah di Kabupaten Sikka dibentengi oleh oknum-oknum pejabat dan aparat keamanan. Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Sikka Siflan Angi bahkan menyebut jelas identitas oknum pejabat.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini