PNS Calo Proyek Sebut Ada Uang Puluhan Juta, Berto: Itu Fitnah

0
134
PNS Calo Proyek Sebut Ada Uang Puluhan Juta, Berto: Itu Fitnah
Ketua Pokja 7 Berto Tjeme
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus caci maki, ancaman dan intimidasi PNS calo proyek kepada Ketua Pokja 7 Berto Tjeme mulai membias. PNS calo proyek menyebut ada uang puluhan juta rupiah yang mengalir kepada Berto Tjeme. Spontan Berto Tjeme pun menuding pernyataan tersebut sebagai fitnah.
Informasi soal puluhan juta rupiah yang mengalir ke rekening Berto Tjeme disampaikan Sekretaris Pol PP dan Damkar Kabupaten Sikka Adeodatus Buang da Cunha kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (19/6). Buang da Cunha mengaku mendapat informasi tersebut langsung dari PNS calo proyek yang adalah staf pada Satpol PP dan Damkar.
Menurut Buang da Cunha, PNS calo proyek marah dan mencaci-maki lantaran kecewa karena teman PNS calo proyek sudah memberikan uang kepada Berto Tjeme, tapi justeru yang dimenangkan adalah rekanan lain. Uang tersebut diberi dalam bentuk transfer ke rekening Berto Tjeme.
“Saya sempat tanya dia, kenapa sampai maki-maki begitu. Lalu dia bilang kecewa karena ada temannya yang sudah kasih uang kepada Berto Tjeme, tapi setelah itu ternyata menggolkan Sangkuriang. Jadi dia kecewa karena temannya sudah beri uang, tapi dikasih menang orang lain. Dia tidak bilang besarnya, tapi puluhanlah. Hanya memang ini data mentah,” ujar Buang da Cunha.
Buang da Cunha tidak mengetahui siapa sebenarnya teman PNS calo proyek yang telah mentransfer uang puluhan juta rupiah kepada Berto Tjeme. Dia beralasan tidak menggali lebih dalam, karena persoalan ini ditangani  Inspektorat Kabupaten Sikka berdasarkan perintah Bupati Sikka.
Berto Tjeme yang mengetahui informasi ini, langsung memberikan reaksi. Kepada wartawan di Kantor Bagian Pembangunan Setda Sikka, Kamis (20/6), Berto Tjeme menegaskan bahwa tidak benar dia menerima uang atau mendapat transfer uang terkait pelelangan proyek.
Dia menjelaskan memiliki 2 rekening, yakni rekening Bank NTT dan Obor Mas. Arus uang melalui rekening Bank NTT, katanya, hanya memuat soal gaji, honor, serta setoran kelebihan perjalanan dinas. Sedangkan di Obor Mas, tambahnya, dia memiliki dua jenis simpanan yakni Sidandik dan simpanan untuk komuni suci anaknya.
Di rekening Bank NTT, katanya, baru-baru ini dia mendapat transfer hasil  penjualan drown dari seorang polisi yang bertugas di Polres Manggarai. Transfer tersebut senilai Rp 12,7 juta, yang ditransfer cicil yakni Rp 5 juta dan Rp 7,7 juta. Menurut Berto Tjeme, itu adalah transfer paling besar yang masuk ke dalam rekeningnya.
Berto Tjeme tidak sekedar memberikan keterangan, tetapi dia juga menunjukkan buku rekening Bank NTT miliknya kepada wartawan. Dia menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan dia menerima uang puluhan juta rupiah, sangat mengganggu nama baiknya. Dia sedang berpikir untuk membawa persoalan ini ke jalur hukum.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini