Flores Lembata Komitmen Eliminasi Rabies Secara Terpadu

0
92
Flores Lembata Komitmen Eliminasi Rabies Secara Terpadu
Peserta kegiatan pengendalian rabies pose bersama usai acara pembukaan di Hotel Sylvia, Selasa (25/6)
Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah komponen pegiat kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan berkumpul di Hotel Sylvia Maumere, Selasa (25/6). Sebagian besar mereka datang dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan pada 9 kabupaten di Flores dan Lembata. Satu komitmen besar sedang dicanangkan yakni eliminasi rabies secara terpadu.
Misi besar tersebut dilaksanakan dalam sebuah kegiatan yang berlangsung sampai Jumat (28/6). Adapun kegiatannya adalah Orientasi Pengendalian Rabies melalui Pendekatan One Health.
Sejumlah narasumber akan menjadi pembicara seperti dari Direktorat P2PTVZ Kementerian Kesehatan, Diretorat Karantina Kementerian Kesehatan, Direktorat Keswan Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, dan beberapa narasumber lainnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Siti Ganefa Pakki menjelaskan sudah banyak upaya yang dilakukan pegia kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan untuk mengendalikan ancaman rabies. Namun upaya-upaya tersebut dirasakan belum maksimal. Menurut Kasubdit Zonosis Kementerian Kesehatan ini, dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi multisektor.
“Sangat diperlukan upaya bersama dalam pengendalian rabies. Di mana salah satunya adalah meningkatkan sumber komptensi dari sumber daya manusia yang terpadu melalui egiatan orientasi pengendalian rabies,” ujar dia.
Dia berharap dari orientasi dengan pendekatan one health akan terjadi komunikasi dan kerja sama yang baik dari lintas sektor, terutama kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan. Hemat dia, orientasi ini dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam melakukan pengendalian rabies untuk mencapai eliminasi rabies baik pada manusia maupun hewan. Hal ini sejalan dengan paket global eliminasi rabies tahun 2030.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria Bernadia Sada Nenu mengatakan penyakit rabies telah mempengaruhi derajat kesehatan. Belakangan ini kasus rabies makin meningkat di Kabupaten Sikka, sementara itu ketersediaan vaksin tidak mencukupi. Kondisi ini mempengaruhi tingkat pelayanan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini