Nyamuk di Sikka, Kuras Miliaran Rupiah Uang Rakyat

0
67
Nyamuk di Sikka, Kuras Miliaran Rupiah Uang Rakyat
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus
Maumere-SuaraSikka.com: Dahsyatnya demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, tidak saja mengakibatkan kematian. Tapi nyamuk penyebab virus ini juga menguras uang rakyat. Nilainya tidak tanggung-tanggung, mencapai miliaran rupiah.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka Veri Awales beberapa waktu lalu menjelaskan pemerintah daerah setempat mengalokasikan anggaran tanggap darurat senilai Rp 2 miliar.
Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) sejak 22 Januari2020 lalu. Hingga kini sudah dilaksanakan tiga kali masa tanggap darurat. Masa tanggap darurat akan terus diperpanjang hingga kondisinya menjadi normal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus menjelaskan dana tanggap darurat sudah habis. Tahap 1 menghabiskan Rp 768 juta lebih dan tahap 2 menghabiskan Rp 272 juta lebih.
Ditambah lagi klaim dari tiga rumah sakit untuk dua tahap sebesar Rp 813 juta lebih. Tiga rumah sakit itu adalah RSUD TC Hillers Maumere, RS Santa Elisabeth Lela, dan RS Santo Gabriel Kewapante.
Untuk tahap ketiga ini, lanjut Petrus Herlemus, pihaknya sudah mengajukan lagi anggaran sebesar Rp 1,9 miliar. Pengajuan anggaran sebesar itu sudah disetujui Bupati Sikka.
“Kami sudah ajukan ke Dinas Keuangan. Rencananya anggaran ini untuk lebih banyak pengadaa logistik kefarmasian dan abate,” jelas Petrus Herlemus di ruang kerjanya, Senin (2/3).
Sampai dengan kemarin tercatat sudah terjadi 1.062 kasus DBD selama tahun 2020, dengan korban nyawa sebanyak 11 orang. Bupati Sikka telah mencanangkan perang terhadap nyamuk dengan melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini