Maumere-SuaraSikka.com: Camat Alok Timur di Kabupaten Sikka Peter Ambrosius menyindir aktifitas permainan bingo di tengah masyarakat. Dia menyebut main bingo sangat berbahaya karena bisa saja terpapar virus corona.
“Main bingo itu kan harus berkerumun, dekat-dekat. Nah, itu bahaya, bisa saja kita kena virus. Padahal kita ini diimbau untuk jaga jarak, hindari kerumunan,” sindir dia saat memberikan pengarahan kepada warga Kelurahan Waioti yang berdomisili di sekitar Rumah Singgah ODHA, Kamis (2/4).
Peter Ambrosius lalu menggambarkan bahahanya bermain bingo dibandingkan dengan melakukan aksi penolakan terhadap ODP Covid yang sedang karantina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan bermain bingo, kata dia, praktis terbentuklah kerumunan orang yang tidak menjaga jarak, justeru mempercepat penularan virus corona. Ditambah dengan peredaran uang sebagai alat bayar permainan bingo, semakin rentar tertularnya virus.
“Ini orang belum positip, dia karantinakan diri di sini. Tinggal 2 hari saja. Sepanjang dia tidak beranjangsana ke rumah-rumah warga, tidak apa-apa. Kita diminta untuk jaga jarak, hindari kerumunan, rajin cuci tangan, itu yang lebih penting,” ujar dia.
Selain rentan menularkan virus, Camat Alok Timur mengatakan permainan bingo juga berdampak tindak pidana karena merupakan salah satu jenis permainan judi.
Sindiran Camat Alok Timur ini sekaligus memberikan edukasi tentang bagaimana upaya-upaya pencegahan terhadap virus corona yang kini sedang mewabah. Berkali-kali dia mengingatkan warga untuk mengikuti imbauan pemerintah seperti menghindari kerumunan, jaga jarak, dan sering cuci tangan setelah melakukan aktifitas apapun.
“Sekarang ini kita sedang berkerumun, seharusnya tidak boleh. Tapi karena ada masalah, dan harus segera diselesaikan, makanya begini,” tambah dia.
Camat Alok Timur berada di tengah warga Kelurahan Waioti menyusul aksi warga yang menolak kehadiran ODP asal Kecamatan Palue yang sedang karantina di Rumah Singgah ODHA. Warga yang diketahui baru pulang dari Batam itu, terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.*** (eny)















