Semoga Cepat Sembuh Kaka El

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 10 April 2020 - 21:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 20 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Asep Purnama

Dokter Asep Purnama

Akhirnya, SARS Cov2 – virus penyebab Covid 19 – hadir di NTT. Dan sang virus yang kita kenal sangat mudah menyebar ini masuk ke Flobamora melalui tubuh seorang Aparatur Sipil Negara Pemkab Alor, bernama El Yohanes Asamau.

Sesuai apa yang disampaikan dalam video testimoninya, Kaka El pada tanggal 1 Maret 2020 menuju ke Jogyakarta dalam rangka mengikuti kursus persiapan studi S3, kemudian dilanjutkan ke Jakarta pada tanggal 9-13 Maret 2020.

Tanggal 22 Maret 2020, pemuda hebat ini kembali ke Kupang – setelah sebelumnya sempat mampir menemui kakaknya di Denpasar – karena kegiatan persiapan akan dilakukan secara online terkait pandemi Covid 19. Selama di Kupang, menurut pengakuannya, Kaka El melakukan karantina mandiri di rumah. Perilaku bertanggung jawab yang layak diteladani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanggal 26 Maret 2020, Kaka El mendapat info bahwa temannya yang sama-sama mengikuti kegiatan di Jakarta, dinyatakan positip tertular SARS Cov2 (Covod 19). Berdasarkan berita tersebut, ASN di Dinas Perhubungan Kabupaten Alor ini, keesokan harinya berkonsultasi ke RSUD WZ Yohanes Kupang. Dan dilakukan swab hidung dan tenggorok pada tanggal 27 Maret 2020. Diiperkenankan rawat jalan. Dan akan dihubungi kembali, sekitar tanggal 4 April 2020, jika sudah ada hasil swab-nya

Pada tanggal 4 April 2020, ternyata pihak RSUD WZ Yohanes tidak menghubungi Kaka El. Dia memperkirakan bahwa hasil swab-nya negatip, sehingga tidak dihubungi. Karena tidak ada keluhan dan merasa baik-baik saja, Kaka El sempat keluar rumah, mengakhiri masa karantina mandiri yang sudah dilakukannya selama 14 hari.

Akhirnya Kaka El dihubungi RSUD WZ Yohanes, 5 hari kemudian, pada tanggal 9 April 2020 dan menjadi kasus positip Covid 19 yang perdana.

Kaka El Asamau sudah sembuh (?)

Kaka El berkunjung ke 3 kota, yaitu Jogyakarta, Jakarta dan Denpasar. Dari ketiga kota tersebut, yang termasuk wilayah transmisi local Covid 19 adalah kota Jakarta – epicentrum penularan Covid 19 di Indonesia. Sepakat dengan apa yang disampaikan Kaka El, kemungkinan dirinya tertular SARS Cov2 saat berada di Jakarta. Katakanlah Kaka El tertular pada hari terakhir saat di Jakarta dari temannya saat mengikuti kegiatan di Jakarta, yaitu 13 Maret 2020 (hari ke-, 0), maka swab hidung dan tenggorokan dilakukan pada hari ke-14 setelah tertular Covid 19 (27 Maret 2020). Dan 12 hari setelah dilakukan swab (9 April 2020), diketahui hasil swab Kaka El memang positip Covid 19.

Baca Juga :  53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Berdasarkan video testimoninya, saya menyimpulkan bahwa Kaka El bergejala ringan (mild), berupa badan meriang. Sekitar 30% kasus Covid 19 tidak bergejala dan 55% lainnya akan mengalami gejala ringan seperti Kaka El.

Saat Kaka El divonis positip Covid 19 pada tanggal 9 April 2020, Kaka El berada pada hari ke-27 setelah tertular. Jika mengacu pada kondisi ini, Kaka El sudah tidak contagious (menular) lagi dan bahkan sudah mulai memiliki kekebalan (immune) terhadap Covid 19.

Mengacu pada analisis berikut, jika dilakukan swab lagi pada tanggal 9 April 2020 (hari ke-27), maka kemungkinan hasilnya akan negatip. Kaka El tidak bergejala lagi dan mengalami proses kesembuhan. Kalau Kaka El sudah dalam proses kesembuhan, apa masih ada masalah lain terkait status positivp Covid 19 ini?

Apa yang harus dilakukan selanjutnya ?

Kondisi Kaka El tampaknya akan membaik dan mengalami kesembuhan. Mari kita doakan bersama. Namun pekerjaan tidak berakhir di sini, karena tugas selanjutnya adalah:

(1) Melakukan penelusuran (contact tracing) siapa saja yang pernah melakukan kontak erat dengan Kaka El. Kontak erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung (dalam radius 1 meter dengan Kaka El) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Baca Juga :  1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo

(2) Kita juga diharapkan ikut membantu menyebarkan video testimoni Kaka El yang sangat informatif, supaya siapa saja yang melihat video tersebut dan merasa pernah kontak dengan Kaka El, segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan untuk dipastikan apakah sudah tertular atau belum.

(3) Untuk memastikan apakah mereka yang kontak dengan Kaka El sudah tertular Covid 19 atau belum, semua kontak erat wajib dilakukan swab hidung dan tenggorok.

(4) Kontak erat yang tidak bergejala (Orang Tanpa Gejala/OTG), bisa dikarantina mandiri di rumah atau karantina terpusat di tempat yang telah disiapkan.

(5) Kontak erat yang mengalami gejala ISPA sedang atau berat (Pasien Dalam Pengawasan sedang/berat) diisolasi di rumah sakit.

Kegiatan surveilans terhadap OTG dilakukan selama 14 hari sejak kontak terakhir kasus positif Covid 19. Terhadap OTG dilakukan pengambilan specimen swab pada hari ke-1 dan ke-14 untuk pemeriksaan Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya, sebagai pusat rujukan untuk wilayah NTT.

Kegiatan surveilans terhadap kontak erat yang bergejala (ODP maupun PDP), juga dilakukan selama 14 hari, hanya perbedaannya, dilakukan swab pada hari ke-1 dan ke-2 untuk pemeriksaan RT-PCR.

Dengan melakukan contact tracing terhadap semua yang telah melakukan kontak erat dengan Kaka El, diharapkan bisa memutus rantai penularan Covid 19 yang bersumber dari kasus pertama ini.

Doa kita bersama, agar hasil swab ulangan Kaka El Asamau segera keluar dan semoga hasilnya negatip.

Get well soon brother. God bless you as always

*) Ditulis oleh Dokter Asep Purnama, Sp.Pd, FINASIM
Ketua Tim Kerja Penyakit Infeksi Emerging RSUD TC Hillers Maumere

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir
Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT
BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana
Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere
53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi
Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:48 WITA

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:26 WITA

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA