Masyarakat Diminta Hentikan Aksi Penolakan Pelaku Perjalanan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2020 - 21:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 12 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku perjalanan yang melintasi perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flotim beberapa waktu lalu

Pelaku perjalanan yang melintasi perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flotim beberapa waktu lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Beberapa peristiwa terakhir di Kabupaten Sikka, sejumlah masyarakat menolak pelaku perjalanan yang kembali ke daerahnya. Aksi seperti ini tidak dibenarkan. Karena itu diharapkan segera dihentikan.

Persoalannya, ketika pelaku perjalanan ditolak di daerah sendiri, praktis pemerintah setempat yang akan mencarikan solusi. Sementara pemerintah sendiri belum menyiapkan sarana dan fasilitas untuk menampung pelaku perjalanan di lokasi karantina massal.

“Saya berpikir sudah saatnya hentikan penolakan terhadap pelaku perjalanan. Biarkan mereka melakukan karantina mandiri di rumah. Menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh tim satgas dari tingkat kabupaten hingga desa untuk melakukan pengawasan,” tegas Sekretaris Covid Sikka Petrus Herlemus kepada wartawan di Media Center di Kantor Dinas Kesehatan, Sabtu (18/4).

Petrus Herlemus mengharapkan personil Siaga Kampung, Siaga Desa dan Posko Kecamatan, lebih maksimal melaksanakan tugas, termasuk memantau aktifitas pelaku perjalanan yang melaksanakan karantina mandiri.

“Inti pekerjaan mereka ya di situ, untuk pantau pelaku perjalanan yang karantina mandiri. Rutin pantau. Jadi tidak hanya buka portal dan nongkrong di situ,” ujar dia.

Baca Juga :  Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Jumlah pelaku perjalanan yang terdata hingga Sabtu (18/4) pukul 18.00 Wita yakni sebanyak 3.613 orang. Dari jumah ini, yang sudah selesai masa karantina sebanyak 2.516 orang, dan yang sedang dipantau sebanyak 1.097 orang.

Kepada pelaku perjalanan, dia mengingatkan agar tertib dan disiplin melaksanakan karantina mandiri. Hanya dengan tanggung jawab seperti itu, maka dengan sendirinya masyarakat tidak akan resah.*** (eny)

Berita Terkait

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:59 WITA

Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Berita Terbaru

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA