Makasar-SuaraSikka.com: Sebanyak 24 anak buah kapal (ABK) Lambelu yang positif terinfeksi Covid19, Senin (20/4), dirujuk ke Rumah Sakit Dadi Makassar. Selama ini mereka menjalani isolasi mandiri di atas kapal.
“Status 24 ABK tersebut adalah terkonfirmasi dan mempunyai riwayat penyakit lain seperti asma, jantung,” kata Kabid Lalu Lintas, Angkutan Laut, Operasi, dan Usaha Kepelabuhanan OP Pelabuhan Makassar Sirajuddin, sebagaimana dikutip dari kompas.com.
Sirajuddin mengatakan 24 ABK yang dirujuk tersebut untuk mempermudah pengawasan dan penanganan penyakit yang diderita akibat terinfeksi virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah beberapa jam dirujuk ke Rumah Sakit, KM Lambelu kembali ke perairan zona karantina yang jaraknya 2 mil dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar.
Sebelumnya diberitakan sebanyak 92 kru KM Lambelu yang terdiri dari ABK dan mitra grup Pelni dinyatakan positif terinfeksi virus corona usai berlayar dari beberapa pulau di Indonesia, termasuk menyinggahi Pelabuhan Laurens Say Maumere, Selasa (7/4).
Data yang dihimpun media ini, 24 ABK dan mitra Pelni yang dirujuk ke rumah sakit, bertugas sebagai pelayan, cleanning service, jurumudi, jurumotor, juruminyak, jurumasak, petugas kafetaria, petugas kabin, dan payan dek.
Sebanyak 239 penumpang KM Lambelu dari berbagai kabupaten di Pulau Flores turun di Pelabuhan Laurens Say.
Penumpang tujuan Kabupaten Flores Timur, Ende, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur langsung dijemput pemerintah daerah masing-masing.
Sedangkan 179 penumpang asal Kabupaten Sikka, oleh pemerintah daerah setempat dilakukan karantina massal di Gedung SCC di Jalan Ahmad Yani dan Rujab Bupati Sikka di Jalan Eltari.
Di antara 179 penumpang itu, 4 orang dirawat di ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere. Tiga di antaranya masih dirawat intensif, sedangkan 1 orang sudah dipulangkan ke lokasi karantina. Satgas Covid Sikka masih menunggu hasil swab dari empat orang ini.*** (eny)















