Maumere-SuaraSikka.com: Aksi protes terus mengalir di Gedung SCC. Kamis (23/4) malam, warga karantina melakukan mogok makan. Mereka menuntut untuk segera dipulangkan karena masa karantina selesai.
Aksi mogok makan ini juga dipicu dengan kondisi hasil rapid test kedua. Dari 9 eks penumpang KM Lambelu yang dinyatakan terindikasi terjangkit, 7 di antaranya menjalani karantina di Gedung SCC.
Jatah makan malam untuk warga karantina, seperti biasa diantar pukul 19.00 Wita. Sebanyak 140 kotak makan ditaruh di atas sebuah meja. Namun tidak seperti biasanya, tidak seorang pun warga karantina yang datang mengambil jatah makan malam mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo yang sedang menggelar rapat evaluasi di Aula Kantor Dinas Kesehatan, langsung menuju Gedung SCC. Dia didampingi jajaran Forkopimda, termasuk juga Dokter Asep Purnama.
Di Gedung SCC, Bupati Sikka menenangkan warga karantina untuk tetap mengikuti protokoler kesehatan. Dia lalu meminta Dokter Asep Purnama untuk memberikan penjelasan terkait alur pencegahan dan penanganan virus Covid.
Sempat terjadi dialog antara Bupati Sikka dan perwakilan warga karantina. Warga karantina meminta kepastian keberadaan mereka di tempat karantina. Mereka terus mendesak untuk segera dipulangkan karena masa karantina sudah selesai, dan hasil swab enam sampel sudah diumumkan.
Bupati Sikka akhirnya mengambil keputusan memulangkan semua warga karantina, kecuali 9 orang yang perlu penanganan medis selanjutnya.
Meski demikian, kata Bupati Sikka, masih dilanjutkan koordinasi dengan camat dan kepala desa. Sekiranya warga karantina diterima di tempat asalnya, maka dipulsngkan. Tetapi jika masih ada reaksi penolakan maka tetap berada di tempat karantina.
Warga karantina menyambut baik keputusan tersebut. Mereka pun ramai-ramai memberikan tepuk tangan. Usai dialog sekitar pukul 21.49 Wita, warga karantina langsung ramai-ramai menyerbu makanan kotak.*** (eny)















