Maumere-SuaraSikka.com: Elisabeth Afilanti Lodang menangis terharu di Gedung SCC, Jumat (24/4). Eks penumpang kapal Lambelu ini batal pulang ke rumahnya di Desa Wolomotong Kecamatan Doreng, karena belum diizinkan camat setempat.
Padahal gadis berusia 21 tahun ini sudah semangat sekali sejak Bupati Sikka mengizinkan warga karantina kembali dan menjalankan karantina mandiri di rumah masing-masing.
Dengan pakaian rapi dibungkus jaket jeans, mahasiswi pada sebuah perguruan tinggi di Makasar itu sudah bersiap diri sejak pagi, untuk kembali ke rumahnya. Seluruh barang bawaannya sudah dikeluarkan dari Gedung SCC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Semangatnya yang menggebu-gebu pun menjadi kendur ketika mendengar pengumuman Camat Doreng Polikarpus Manase. Camat Doreng meminta warganya eks penumpang KM Lambelu untuk bersabar 2-3 hari lagi.
“Saya harus koordinasi lagi dengan kepala desa. Sekarang saya lagi tunggu empat kepala desa yang warganya ada di sini. Kita pastikan dulu semuanya aman dan nyaman, baru kalian boleh pulang. Ini bukan saja untuk kepentingan kalian, tapi kepentingan banyak orang,” seru Polikarpus Manase melalui pengeras suara.
Spontan Elisabeth bereaksi protes. Dia meluapkan amarahnya dengan menangis. Dia meminta para pihak segera berkoordinasi dan memulangkan warga Doreng hari itu juga. Dia beralasan sudah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari di Gedung SCC.
“Kami mau pulang, karena masa karantina sudah lebih darin14 hari. Biar kami karantina di rumah masing-masing,” ujar dia sambil terisak-isak.
Dia mengaku lebih nyaman melaksanakan karantina mandiri di rumahnya dibandingkan lokasi karantina yang disiapkan pemerintah.
“Di sini tidak aman, tidak nyaman, terlalu banyak orang. Saya mau pulang hari ini,” tambah dia.
Polikarpus Manase yang dikonfirmasi media ini menegaskan dia ingin memastikan terlebih dahulu sotuasi dan kondisi di wilayahnya. Karena itu dia harus berkoordinasi dengan kepala desa sebelum mengambil keputusan.
Mengetahui ada aksi protes dari warganya, Polikarpus Manase mengumpulkan warga karantina asal Kecamatan Doreng. Dia lalu memberikan penjelasan, dan meminta warganya bersabar menjalankan karantina di lokasi yang disiapkan pemerintah setempat.
Meskipun sempat terjadi perbedaan pendapat, akhirnya eks penumpang Lambelu ini menerima sikap Camat Doreng. Mereka siap bertahan 1-2 hari, sambil menunggu koordinasi lanjut antara camat dan kepala desa.*** (eny)















