Batal Pulang ke Rumah, Warga Karantina Menangis

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 24 April 2020 - 16:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 10 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elisabeth Afilanti Lodang, warga Kecamatan Doreng, eks penumpang KM Lambelu

Elisabeth Afilanti Lodang, warga Kecamatan Doreng, eks penumpang KM Lambelu

Maumere-SuaraSikka.com: Elisabeth Afilanti Lodang menangis terharu di Gedung SCC, Jumat (24/4). Eks penumpang kapal Lambelu ini batal pulang ke rumahnya di Desa Wolomotong Kecamatan Doreng, karena belum diizinkan camat setempat.

Padahal gadis berusia 21 tahun ini sudah semangat sekali sejak Bupati Sikka mengizinkan warga karantina kembali dan menjalankan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Dengan pakaian rapi dibungkus jaket jeans, mahasiswi pada sebuah perguruan tinggi di Makasar itu sudah bersiap diri sejak pagi, untuk kembali ke rumahnya. Seluruh barang bawaannya sudah dikeluarkan dari Gedung SCC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semangatnya yang menggebu-gebu pun menjadi kendur ketika mendengar pengumuman Camat Doreng Polikarpus Manase. Camat Doreng meminta warganya eks penumpang KM Lambelu untuk bersabar 2-3 hari lagi.

Baca Juga :  Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

“Saya harus koordinasi lagi dengan kepala desa. Sekarang saya lagi tunggu empat kepala desa yang warganya ada di sini. Kita pastikan dulu semuanya aman dan nyaman, baru kalian boleh pulang. Ini bukan saja untuk kepentingan kalian, tapi kepentingan banyak orang,” seru Polikarpus Manase melalui pengeras suara.

Spontan Elisabeth bereaksi protes. Dia meluapkan amarahnya dengan menangis. Dia meminta para pihak segera berkoordinasi dan memulangkan warga Doreng hari itu juga. Dia beralasan sudah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari di Gedung SCC.

“Kami mau pulang, karena masa karantina sudah lebih darin14 hari. Biar kami karantina di rumah masing-masing,” ujar dia sambil terisak-isak.

Dia mengaku lebih nyaman melaksanakan karantina mandiri di rumahnya dibandingkan lokasi karantina yang disiapkan pemerintah.

Baca Juga :  237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

“Di sini tidak aman, tidak nyaman, terlalu banyak orang. Saya mau pulang hari ini,” tambah dia.

Polikarpus Manase yang dikonfirmasi media ini menegaskan dia ingin memastikan terlebih dahulu sotuasi dan kondisi di wilayahnya. Karena itu dia harus berkoordinasi dengan kepala desa sebelum mengambil keputusan.

Mengetahui ada aksi protes dari warganya, Polikarpus Manase mengumpulkan warga karantina asal Kecamatan Doreng. Dia lalu memberikan penjelasan, dan meminta warganya bersabar menjalankan karantina di lokasi yang disiapkan pemerintah setempat.

Meskipun sempat terjadi perbedaan pendapat, akhirnya eks penumpang Lambelu ini menerima sikap Camat Doreng. Mereka siap bertahan 1-2 hari, sambil menunggu koordinasi lanjut antara camat dan kepala desa.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru