Maumere-SuaraSikka.com: Beginilah kalau melawan protokoler kesehatan. Hendrikus Stephen Aswat, terpaksa harus karantina mandiri mulai dari awal lagi.
Petugas Kesehatan di Posko Satgas Covid Sikka, menyampaikan langsung kepada Stephen, untuk karantina mandiri selama 14 hari terhitung Senin (27/4) hari ini. Stephen pun nenyanggupinya.
Padahal, kalau saja dia melaksanakan karantina mandiri dengan penuh tanggung jawab, Senin (27/4) hari ini, masa karantinanya berakhir. Pasalnya, dia mulai melakukan karantina mandiri sejak Senin (13/4) saat tiba di Maumere.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironinya, persis di hitungan hari terakhir masa karantina, justeru Stephen harus memulainya lagi dari awal. Ini karena dia tertib melaksanakan karantina mandiri selama 5 hari awal.
Memasuki hari ke-6, Sabtu (18/11), Stephen mulai keluar dari rumah, bertemu kawan-kawannya. Awalnya, masih di seputaran halaman rumah. Tidak lama kemudian nekad jalan-jalan ke Kota Maumere, kurang lebih 12 kilometer.
Perilaku Stephen meresahkan orang tua dan warga setempat. Apalagi dia mulai terlibat duduk berkerumun bersama kawan-kawannya sambil “pesta miras”.
“Kami kumpul-kumpul, minum moke. Gelas sendiri-sendiri,” cerita Stephen kepada wartawan di Posko Satgas Covid Sikka di Kantor Dinkes, Senin (27/4).
Tim Satgas Covid Sikka akhirnya menjemput pemuda ini di rumahnya di Desa Persiapan Waturia Kecamatan Magepanda. Dia dibawa ke lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka.
Pemuda 23 tahun ini, pulang kampung pada Senin (13/4). Dia datang dari Jakarta Timur. DKI Jakarta merupakan episentrum penyebaran virus corona. Sejak tiba di Bandara Frans Seda, Stephen sudah disampaikan untuk wajib karantina mandiri.*** (eny)















